AHY ke Rusia Temui Anak Buah Putin, Langsung Deal Bisnis Ini

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Rabu, 03/06/2026 11:35 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) memimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia di bidang kemaritiman bersama Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai Patrushev di Moskow, Senin (1/6/2026). (Dok. Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia di bidang kemaritiman bersama Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai Patrushev di Moskow, Senin (1/6/2026). Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari dialog yang diinisiasi pada November 2025 lalu di Jakarta, menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di bidang perkapalan, konektivitas maritim, logistik, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan hubungan Indonesia dan Rusia terus berkembang menuju kemitraan yang semakin strategis, terutama setelah kedua negara meluncurkan Deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

"Hubungan kedua negara tidak lagi hanya bertumpu pada hubungan politik dan diplomatik, tetapi juga bergerak menuju kemitraan strategis yang lebih konkret dalam pembangunan ekonomi, konektivitas, teknologi, dan ketahanan wilayah," ujar AHY.


AHY menjelaskan, sebagai negara kepulauan dengan 17.380 pulau, Indonesia membutuhkan sistem konektivitas yang terintegrasi dan berkelanjutan. Karena itu, pengalaman Rusia di bidang transportasi, infrastruktur, logistik, dan teknologi maritim dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung agenda pembangunan nasional Indonesia.

"Pembangunan konektivitas tidak bisa hanya mengandalkan satu moda transportasi. Diperlukan keseimbangan dan kolaborasi antarmoda untuk memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional," kata AHY.

Dalam konsultasi bilateral tersebut, kedua negara membahas sejumlah bidang kerja sama prioritas, antara lain peningkatan kapasitas angkutan laut, kerja sama ilmiah dan teknis di bidang kemaritiman, pembangunan pelabuhan berkelanjutan, pengembangan industri galangan kapal, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia maritim, serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) memimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia di bidang kemaritiman bersama Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai Patrushev di Moskow, Senin (1/6/2026). (Dok. Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) memimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia di bidang kemaritiman bersama Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai Patrushev di Moskow, Senin (1/6/2026). (Dok. Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

AHY menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan karakter sebagai negara maritim besar yang memiliki peluang luas untuk membangun kemitraan jangka panjang.

"Indonesia dan Rusia sama-sama dianugerahi geografi yang luar biasa. Kekayaan geografis ini bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab dan peluang untuk membangun masa depan bersama melalui ekonomi maritim yang berkelanjutan," kata dia.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, kedua negara sepakat membentuk tiga kelompok kerja strategis. Kelompok kerja pertama berfokus pada pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan berkelanjutan. Kelompok kerja kedua menangani pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan. Adapun kelompok kerja ketiga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, riset, dan pelatihan.

Menurut AHY, pembentukan kelompok kerja tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh agenda kerja sama dapat berjalan secara terarah, terukur, dan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.

"Indonesia hadir dengan semangat kemitraan yang setara. Kami siap melangkah maju bersama Rusia menuju masa depan maritim yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih sejahtera bagi kedua bangsa," tegas dia.

Pada kesempatan itu, AHY juga mengungkapkan sejumlah perkembangan konkret hasil tindak lanjut konsultasi bilateral sebelumnya. Di antaranya kerja sama antara PT PAL Indonesia dan Rosatom terkait Floating Nuclear Power Plant (FNPP) yang telah diawali dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026 dan akan dilanjutkan melalui penyusunan nota kesepahaman.

Selain itu, pembahasan kerja sama pembangunan kapal antara PT PAL Indonesia dan Ak Bars Shipbuilding Corporation terus berjalan. PT Pelindo juga tengah menindaklanjuti kerja sama dengan CIFREX untuk pengembangan kapal berkecepatan tinggi. Sementara itu, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Luar Negeri RI sedang mengoordinasikan rencana pengiriman tenaga terampil sektor galangan kapal ke Rusia.

Menutup pertemuan, AHY menegaskan kerja sama Indonesia-Rusia di sektor maritim bukan sekadar komitmen di atas kertas, melainkan telah bergerak menuju implementasi nyata yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

"Setiap pencapaian besar selalu lahir dari satu langkah pertama. Kunci keberhasilan kerja sama ini terletak pada peran aktif kedua belah pihak. Karena itu, mari kita melangkah bersama dengan visi yang berani, kerja yang terukur, dan hasil yang nyata," pungkas AHY.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menko AHY: Infrastruktur Adalah Kunci Masa Depan Keberlanjutan