FOTO Internasional

Potret Inggris Chaos Usai Mahasiswa Dibunuh dan Diborgol Saat Sekarat

Reuters, CNBC Indonesia
Rabu, 03/06/2026 12:20 WIB

Ratusan warga Southampton memprotes kematian Henry Nowak. Aksi berujung bentrokan dengan polisi setelah massa melempar batu dan berbagai benda ke petugas.

1/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Ratusan orang berkumpul di Southampton pada hari Selasa (2/6/2926) untuk memprotes pembunuhan Henry Nowak yang diborgol saat sekarat akibat luka tusukan. (REUTERS/Isabel Infantes)

2/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Protes dimulai di luar Kantor Polisi Pusat Southampton sebelum berbaris ke dekat lokasi kejadian dan mengakibatkan bentrokan dengan polisi. (REUTERS/Isabel Infantes)

3/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Para pengunjuk rasa melemparkan batu bata, tempat sampah, dan benda-benda lain ke arah petugas polisi, yang kemudian membalas dengan semprotan merica dan menggunakan perisai anti huru hara. (REUTERS/Isabel Infantes)

4/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Protes tersebut diikuti oleh beberapa ratus orang yang meneriakkan "Saya tidak bisa bernapas", termasuk aktivis anti-imigrasi Tommy Robinson. (REUTERS/Isabel Infantes)

5/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Polisi Inggris menghadapi kecaman nasional pada hari Selasa atas kasus kontroversial mahasiswa berusia 18 tahun yang diborgol saat sekarat akibat luka tusukan setelah pembunuhnya secara keliru menuduh serangan itu bermotivasi rasial. (REUTERS/Isabel Infantes)

6/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Henry Nowak meninggal setelah serangan pisau di kota Southampton, Inggris selatan, Desember lalu. (REUTERS/Isabel Infantes)

7/7 Para pengunjuk rasa berdiri menghadap petugas polisi selama demonstrasi menyusul vonis terhadap Vikrum Digwa atas pembunuhan mahasiswa Henry Nowak, di Southampton, Inggris, 2 Juni 2026. (REUTERS/Isabel Infantes)

Pembunuhnya, Vickrum Digwa, seorang pria Sikh berusia 23 tahun, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Senin (1/6/2026), setelah berbohong kepada polisi pada saat itu bahwa Nowak telah menyerangnya. Protes-protes lain telah diumumkan untuk minggu ini. (REUTERS/Isabel Infantes)

Add as a preferred
source on Google