Netizen Protes Tagihan Air Melonjak, Bos PAM JAYA: Tarif Tak Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Keluhan mengenai tagihan air melonjak drastis ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pelanggan mengaku menerima tagihan PAM dengan nominal tak wajar, bahkan mencapai jutaan rupiah.
Hal itu ramai diperbincangkan dari laman sosial media Threads. Seperti @sept.yani menunjukkan tagihan yang dibayarkan bulan April lalu hanya Rp 33.343, namun naik menjadi Rp 765.434 di bulan Mei. Meskipun terlihat juga penggunaan air yang meningkat dari 5 meter kubik menjadi 69 meter kubik.
Begitu juga dengan @Christyyapp, juga mengaku mengalami peningkatan tagihan yang drastis.
"Serius banget ini PDAM naik 27x lipat?? sebulan biasanya 60 rebu jadi 1.6? pemakaian rumah tangga bukan pabrik/usaha rumah makan apakah ada yang sama?" tanyanya, Selasa (2/6/2026).
Dia juga menunjukkan pembayaran tagihan pada bulan Mei mencapai Rp 1.602.184.
Merespons hal ini, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin, menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif dari PAM JAYA sejak tahun lalu.
"PAM JAYA terakhir kenaikan tarif di Januari 2025 dari 17 tahun tidak pernah naik tarif," kata Arief, kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).
Dia juga menjelaskan bahwa adanya kenaikan tagihan PAM secara mendadak biasanya terjadi karena ada kebocoran dalam saluran di rumah. Menurutnya hal ini bisa dilihat secara kasus per kasus.
"Betul pe rkasus, bisa karena kebanyakan kebocoran internal rumah kebanyakan, atau luasan bangunan yang terbaca sistem berubah," katanya.
Untuk itu dia, menyarankan bagi pelanggan fasilitas PAM JAYA yang mendapatkan tagihan tidak wajar, bisa melapor pada layanan Hotline 1500223 atau di superapps pamjaya.co.id.
(hoi/hoi) Add
source on Google