Harga Emas Turun 3 Bulan Beruntun Bantu Inflasi Mei 2026 Tak Meledak

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 13:05 WIB
Foto: Ilustrasi Perhiasan Emas (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan harga-harga atau inflasi di Indonesia mampu teredam oleh melorotnya harga emas perhiasan pada Mei 2026.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), harga emas perhiasan yang termasuk kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang deflasi 0,05% terhadap komponen inflasi umum, dengan nilai deflasi 0,74%.

"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Mei ini mengalami deflasi atau meredam inflasi," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).


Pudji mengatakan, emas perhiasan menjadi komoditas utama yang memberikan andil deflasi pada kelompok pengeluaran ini, dengan besaran minus 2,67% pada Mei 2026, melanjutkan tren deflasi sejak Maret sebesar 1,17% dan April 3,76%.

"Emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67% dengan andil deflasi sebesar 0,06%. Komoditas ini telah mengalami deflasi 3 bulan berturut-turut sejak Maret 2026," ujar Pudji.

Adapun kelompok pengeluaran lain mengalami inflasi pada Mei 2026. Terbesar kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,39% dengan andil 0,12%.

Lalu, kelompok pengeluaran transportasi inflasi terbesar kedua mencapai 0,61% dengan andil 0,07%. Selanjutnya informasi, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi 0,4% dengan andil 0,03%.

Catatan inflasi untuk seluruh kelompok pengeluaran masyarakat itu membuat tekanan inflasi sebesar 0,28% secara bulanan pada April 2026, inflasi tahun ke tahun 3,08%, dan inflasi tahun kalender 1,35%.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BUMN Khusus Ekspor Dibentuk, Yakin RI Bisa Kendalikan Harga?