Harga BBM, Oli-Service Motor Naik, Inflasi April 2026 Jadi 0,28%

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 12:55 WIB
Foto: Seorang montir memperbaiki motor yang rusak terendam banjir di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia pada April 2026 mencapai 0,28% secara bulanan atau month to month (mtm), lebih tinggi dibanding catatan per April 2026 sebesar 0,13%. Komponen inflasi tertinggi terjadi untuk kelompok pengeluaran transportasi pada April 2026.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, inflasi untuk kelompok pengeluaran transportasi itu mencapai 0,61% dengan andil 0,07%.

"Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,61%," kata Pudji saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).


Besaran inflasi itu jauh lebih tinggi dibanding kelompok pengeluaran lain seperti makanan, minuman dan tembakau 0,39% meski andilnya 0,12%, serta inflasi kelompok informasi,, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,45% dengan andil 0,03%.

Pudji menjelaskan, tingginya angka inflasi di sektor transportasi itu disebabkan komoditas bensin yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,49% dengan andil 0,02%. Diikuti oleh tarif angkutan udara 2,75% dengan andil 0,02%, dan pelumas atau oli mesin 3,85% dengan andil 0,01%.

Adapula komoditas solar dengan tekanan inflasi mencapai 4,22% dan andilnya hanya sebesar 0,01%. Lalu, komoditas pemeliharaan atau service mengalami inflasi 0,70% dengan andil 0,01%.

"Ini terjadi seiring meningkatnya harga beberapa jenis BBM non subsidi dan harga avtur," ucap Pudji.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Pangan & BBM Naik, Inflasi Mei 2026 Capai 3,08% (yoy)