FOTO Internasional

Potret Chaos bak Medan Perang, Warga Tolak Tempat Karantina Ebola

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 10:00 WIB

Warga Nanyuki, Kenya, memprotes rencana fasilitas karantina Ebola dengan membakar ban dan memblokade jalan. Bentrokan dengan polisi melumpuhkan aktivitas kota.

1/6 Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026. (REUTERS/John Muchucha)

Ratusan warga turun ke jalan di Nanyuki, Kenya tengah, pada Senin (1/6/2026) untuk memprotes rencana pembangunan fasilitas karantina Ebola di pangkalan militer yang berada di dekat wilayah tersebut. Aksi protes diwarnai pembakaran ban, blokade jalan, dan teriakan massa yang membuat sebagian aktivitas kota lumpuh. (REUTERS/John Muchucha)

2/6 Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026. (REUTERS/John Muchucha)

Ketegangan ini muncul hanya beberapa hari setelah Pengadilan Tinggi memerintahkan penangguhan sementara proyek tersebut, menyusul gugatan hukum yang menilai fasilitas yang diusulkan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat. (REUTERS/John Muchucha)

3/6 Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026. (REUTERS/John Muchucha)

Meski ada putusan pengadilan, warga mengaku masih resah karena adanya laporan yang menyebut persiapan di lokasi tetap berlangsung. (REUTERS/John Muchucha)

4/6 Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026. (REUTERS/John Muchucha)

Dalam aksi tersebut, para demonstran sebagian membawa ranting sebagai simbol perlawanan dengan menyuarakan kemarahan terhadap pemerintah nasional dan daerah. Mereka menilai para pejabat gagal melibatkan masyarakat secara memadai dalam rencana pembangunan fasilitas yang dianggap sensitif tersebut. (REUTERS/John Muchucha)

5/6 Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026. (REUTERS/John Muchucha)

Sejumlah warga menyebut rencana itu sebagai ancaman besar. Salah satu penduduk bahkan menyatakan fasilitas tersebut bukan hanya berisiko bagi Kenya, tetapi juga dapat menjadi “tragedi” bagi Afrika secara luas, mengingat kekhawatiran terkait potensi penyebaran Ebola. (REUTERS/John Muchucha)

6/6 Para demonstran berkumpul di dekat barikade yang mereka buat selama protes terhadap rencana karantina Ebola yang didukung AS terkait pembangunan fasilitas berkapasitas 50 tempat tidur di pangkalan angkatan udara Kenya yang dimaksudkan untuk menampung warga Amerika yang terpapar Ebola, di kota Nanyuki, Kabupaten Laikipia, Kenya, 1 Juni 2026. (REUTERS/John Muchucha)

Petugas polisi anti huru hara menahan seorang demonstran saat kericuhan terjadi di lokasi aksi. Situasi yang memanas membuat aparat keamanan dikerahkan untuk mengendalikan massa, dengan penjagaan di sejumlah titik strategis serta upaya membersihkan batu dari jalan dan mengatur arus lalu lintas. Dalam insiden tersebut, setidaknya satu orang dilaporkan terluka, sementara petugas Palang Merah memberikan pertolongan pertama di tempat kejadian. (REUTERS/John Muchucha)

Add as a preferred
source on Google