FOTO Internasional

Ngeri! Prancis Berubah Bak 'Neraka', Paris Rusuh-800 Orang Ditangkap

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 01/06/2026 19:10 WIB

Perayaan gelar Liga Champions PSG di Paris berujung rusuh. Seorang warga dilaporkan tewas sementara 900 ditangkap.

1/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Polisi Paris mengerahkan ribuan personel keamanan untuk mengendalikan kerumunan massa di sejumlah titik rawan setelah kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions, akhir pekan kemarin. Kerusuhan besar sempat terjadi di negeri itu. (REUTERS/Abdul Saboor)

2/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Aparat menggunakan gas air mata dan menangkap orang-orang menyusul terjadinya sejumlah chaos di ibu kota Prancis tersebut. Disebutkan bagaimana mobil-mobil dibakar dan toko-toko dijarah. (REUTERS/Abdul Saboor)

3/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Untuk mengantisipasi potensi kerusuhan yang kerap terjadi dalam perayaan besar, sebenarnya pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 22.000 polisi di Paris. Namun kerusuhan masih terus terjadi di negeri tersebut, di mana kemarin satu orang dilaporkan tewas. "Kami telah melakukan lebih dari 890 penangkapan,” ujar Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez kepada penyiar France Inter, dimuat AFP, Selasa (1/6/2026).(REUTERS/Benoit Tessier)

4/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Sementara itu, Minggu malam, Presiden Emmanuel Macron menerima tim (PSG) di Istana Elysee. Meskipun ia mengatakan PSG adalah "kebanggaan besar" bagi Prancis, ia mengecam kekerasan yang "tak terkatakan". "Cukup. Kami sudah muak," katanya. "Ini bukan sepak bola, ini bukan olahraga, ini bukan yang kami cintai," tambahnya lagi. (REUTERS/Abdul Saboor)

5/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Seorang pria tewas saat mengendarai sepeda motornya di jalan lingkar Paris untuk merayakan kemenangan. Sementara pihak berwenang melaporkan penusukan dan serangan lainnya. (REUTERS/Benoit Tessier)

6/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Sebelumnya akhir pekan, sekitar 20.000 orang berkumpul di Champs-Elysees untuk menonton siaran pertandingan, yang dimainkan di Budapest, Hongaria. Para penonton bersorak gembira setelah klub Prancis itu mengalahkan rival Inggrisnya dalam adu penalti dramatis 4-3. Kekerasan segera terjadi ketika para penggemar membakar skuter dan melemparkan kembang api ke arah polisi. AFP melaporkan bahwa enam kendaraan dan dua bisnis rusak sementara laman L’Equipe, sebuah kios di dekat Champs-Elysees dibakar dan halte bus dirusak. (REUTERS/Abdul Saboor)

7/7 Petugas kepolisian berlindung dari suar yang dinyalakan massa saat perayaan kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai Liga Champions UEFA di Paris, Minggu (31/5/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)

Kemenangan klub tahun lalu juga diwarnai kerusuhan di Paris. Kejadian itu mengakibatkan dua kematian dan hampir 500 penangkapan. (REUTERS/Abdul Saboor)

Add as a preferred
source on Google