MARKET DATA
Internasional

Ledakan Misterius Guncang Tetangga RI, Puluhan Orang Tewas Seketika

luc,  CNBC Indonesia
01 June 2026 06:20
Foto UGC ini milik pengguna Facebook Yebaw Hlyat Cee yang diambil pada 7 Oktober 2025 dan diterima pada 8 Oktober menunjukkan kerusakan pada sebuah bangunan di sebelah lokasi serangan militer terhadap sebuah protes di kota Chaung U, Myanmar tengah. S
Foto: AFP/-

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan besar mengguncang sebuah desa di wilayah utara Myanmar yang dikuasai kelompok pemberontak, menewaskan sedikitnya 55 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden mematikan itu diduga berasal dari ledakan tidak sengaja bahan yang disimpan untuk kegiatan pertambangan.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kaung Tat, sebuah kawasan dekat perbatasan China yang berada di bawah kendali Ta'ang National Liberation Army (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang saat ini tengah menjalani gencatan senjata dengan militer Myanmar.

Kelompok pemberontak itu mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut menimbulkan korban jiwa, meski tidak merinci jumlah pasti korban yang tewas.

Sementara itu, laporan dari BBC dan media lokal Myanmar, Shwe Phee Myay News Agency, menyebut sedikitnya 55 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Korban terdiri dari 25 perempuan dan 30 laki-laki. Selain itu, puluhan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Ledakan terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 12.00 siang. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram, organisasi politik yang menaungi TNLA, Palaung State Liberation Front, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.

"Front Pembebasan Negara Palaung/TNLA menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa, mengalami luka-luka, dan menderita kerugian akibat ledakan tersebut," tulis kelompok itu.

Menurut TNLA, ledakan diduga berasal dari bahan yang disimpan untuk digunakan dalam aktivitas pertambangan. Namun, mereka menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab sebenarnya.

Kelompok tersebut juga menyatakan akan menindak pihak yang dianggap bertanggung jawab apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pabrik Kembang Api Meledak, Puluhan Orang Tewas-Presiden Turun Tangan


Most Popular
Features