MARKET DATA
Internasional

Waspada! Perang AS-Iran Bisa Lanjut, Anak Buah Trump Kirim Kode Ini

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
31 May 2026 06:37
Smoke rises following an airstrike in Lebanon, as seen from Israeli side of the border, April 12, 2026. REUTERS/Amir Cohen
Foto: REUTERS/Amir Cohen

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus bergulir. Amerika Serikat menegaskan kesiapannya untuk kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran apabila upaya diplomatik yang sedang berlangsung tidak menghasilkan kesepakatan.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan, kemampuan militer AS tetap berada pada tingkat kesiapan tinggi untuk menghadapi berbagai kemungkinan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut ditegaskan saat para negosiator dari Washington dan Teheran berupaya menjembatani perbedaan mendasar yang menghalangi tercapainya kesepakatan.

"Kemampuan kami untuk memulai kembali jika diperlukan... kami lebih dari mampu," kata Hegseth di Singapura mengutip Reuters, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, persediaan amunisi dan kekuatan tempur Negeri Paman Sam cukup untuk mendukung operasi militer jika diperlukan.

"Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia, jadi kami berada dalam posisi yang sangat baik," imbuhnya.

Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS)Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS) Foto: Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS)

Meski terlibat dalam konflik dengan Iran, Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mengurangi fokus strategisnya di kawasan Indo-Pasifik. Ia menyebut pemerintah AS tengah mempercepat produksi industri pertahanan guna meningkatkan kapasitas persenjataan dan memastikan seluruh kebutuhan operasional militer dapat terpenuhi.

"Kami dapat melakukan dua hal sekaligus. Kami sedang memperkuat basis industri pertahanan kami sehingga kami akan segera memproduksi amunisi 2 kali, 3 kali, 4 kali lipat untuk memastikan bahwa semua rencana (operasi) kami didanai dengan baik di seluruh dunia," ungkapnya.

Kepala Pentagon itu mengatakan Presiden Donald Trump bersikap sabar dan ingin mencapai kesepakatan besar yang memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

Jelang akhir pekan lalu, Trump mengatakan bahwa ia akan mengadakan pertemuan di sebuah ruangan aman di Gedung Putih untuk mengambil keputusan akhir terkait usulan untuk mengakhiri perang di Iran. Langkah tersebut diharapkan dapat memberi waktu tambahan bagi kedua pihak untuk merundingkan penyelesaian konflik secara permanen.

Sebagai informasi, perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta menyebabkan penderitaan ekonomi global dengan menaikkan harga energi akibat penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran.

(rob/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Perang AS-Iran: Trump Makin Tertekan-PBB Tanggapi Nuklir Arab


Most Popular
Features