Putusan Gencatan Senjata, Trump Kasih Syarat Penting ke Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump mengatakan akan segera membuat keputusan final terkait perpanjangan senjata dengan Iran. Ia mengatakan akan melangsungkan pertemuan internal di 'Situation Room' di Gedung Putih, untuk mengesahkan keputusannya.
Sumber-sumber mengatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai untuk memperpanjang gencatan senjata yang berlaku sejak awal April selama 60 hari lagi. Gencatan senjata ini penting agar pengiriman minyak dan gas dilanjutkan melalui jalur air strategis, Selat Hormuz.
Dalam menentukan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, Trump memberikan beberapa syarat penting.
"Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir atau bom. Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa biaya tol, untuk lalu lintas pengiriman tanpa batasan, di kedua arah," kata Trump, dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2026). Ia menambahkan bahwa material nuklir akan 'digali' oleh AS.
Sebelumnya, negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, tampak skeptis dengan hasil kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara AS-Iran.
"Kami tidak percaya dengan jaminan dan kata-kata. Hanya tindakan yang menjadi kriteria. Tidak akan ada tindakan yang diambil sebelum pihak lain bertindak," kata Qalibaf dalam sebuah unggahan di media sosial, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Pemenang dari setiap perjanjian adalah pihak yang lebih siap untuk perang keesokan harinya," ia menuturkan.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sumber, mengatakan ada "campuran kebenaran dan kebohongan" dalam komentar Trump yang merupakan "upaya untuk menggambarkan kemenangan palsu."
Setelah AS mencabut blokade terhadap kapal-kapal Iran, selat tersebut akan dibuka kembali di bawah pengaturan Teheran, kata Fars.
Tidak ada ketentuan untuk menghancurkan material nuklir dalam Nota Kesepahaman kedua pihak, kata kantor berita tersebut, meskipun ada kesepakatan untuk melepaskan US$12 miliar dari aset Iran yang dibekukan.
Dunia Terguncang, Ribuan Orang Tewas
Perang yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 ke Iran telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon. Perang brutal ini juga menyebabkan guncangan ekonomi global dengan mendorong kenaikan harga energi akibat penutupan Selat Hormuz secara efektif oleh Iran.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan ranjau akan disingkirkan dari Selat Hormuz dan kapal-kapal yang terjebak di sana kemungkinan bisa mulai pulang.
"Sampaikan salam kepada istri, suami, orang tua, dan keluarga Anda dari saya, Presiden favorit Anda," tulis Trump di akun Truth Social.
Ia menambahkan bahwa tidak akan ada pertukaran uang sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini kemungkinan merujuk pada tuntutan Iran untuk pembayaran tol di Selat Hormuz, ganti rugi kerusakan perang, atau pelepasan dana Iran yang dibekukan di luar negeri.
Kazakhstan sudah memberi sinyal bahwa mereka bersedia mengambil persediaan uranium milik Teheran jika AS mencapai kesepakatan dengan Iran, kata kepala pengawas nuklir PBB, Rafael Grossi, kepada Financial Times.
Kazakhstan menyimpan bank uranium yang dikendalikan secara internasional untuk memastikan pasokan bahan bakar bagi pembangkit listrik di negara-negara anggota Badan Energi Atom Internasional.
Dalam pergerakan diplomatik lebih lanjut, menteri luar negeri Pakistan, Ishaq Dar, tiba di Washington pada Jumat (29/5) untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Iran juga menginginkan pencabutan sanksi, penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut, dan agar kesepakatan perdamaian apa pun juga mengakhiri serangan sekutu AS, Israel, di Lebanon.
Israel telah menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi dengan dorongan jauh ke Lebanon dalam upaya mengejar sekutu utama Iran, kelompok Hizbullah.
Serangan Israel telah menghantam wilayah selatan dan timur Lebanon serta ibu kotanya, Beirut, menewaskan lebih dari 3.200 orang, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Israel mengatakan 23 tentaranya dan empat warga sipil telah tewas selama periode yang sama.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]