Muak! Negara Eropa Ini Siap Blokir Total Semua Produk Pemukiman Israel
Jakarta, CNBC Indonesia - Irlandia secara resmi melangkah maju dengan rancangan undang-undang baru yang bertujuan untuk melarang total perdagangan barang-barang yang diproduksi di pemukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Pemerintah Irlandia menargetkan bahwa undang-undang pemblokiran ekonomi tersebut dapat disahkan sepenuhnya oleh parlemen pada pertengahan Juli mendatang.
Langkah berani ini diambil oleh Dublin sebagai bentuk tindakan nyata yang mencerminkan meningkatnya kritik keras dari negara Eropa tersebut terhadap kebijakan-kebijakan Israel di wilayah Palestina. Surat kabar harian Irlandia, The Irish Independent, melaporkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee, yang menyoroti alasan utama di balik pengesahan aturan ketat ini.
"Eskalasi kekerasan pemukim baru-baru ini di Tepi Barat yang diduduki menunjukkan bahwa pemerintah Israel tidak memiliki keinginan untuk solusi damai," kata McEntee seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (29/5/2026).
McEntee menjabarkan lebih lanjut bahwa pendekatan yang jauh lebih keras ini sengaja diambil karena melihat situasi di lapangan. Kebijakan ini didorong oleh apa yang ia gambarkan sebagai kurangnya kesediaan pemerintah Israel untuk mengupayakan solusi damai, yang ditandai dengan adanya lonjakan tajam dalam serangan pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Langkah sepihak Irlandia ini terus berjalan meskipun harus menghadapi penolakan yang sangat kuat dari pemerintah Israel dan para anggota parlemen di Kongres Amerika Serikat (AS). Tidak hanya dari sisi politik, regulasi baru ini juga terus melaju di tengah hantaman tekanan dari berbagai kelompok bisnis internasional.
Secara latar belakang, Irlandia memang telah menjadi salah satu kritikus Eropa yang paling vokal dalam menentang kampanye militer Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Sejak akhir tahun 2024, Dublin bahkan sudah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan memberlakukan tindakan ekonomi yang menargetkan wilayah pemukiman tersebut sebagai respons atas perluasan wilayah pemukiman yang terus dilakukan oleh Israel.
(tps/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]