08:06
Video: RI Ekspor Tunas Cs ke AS-Jepang, Keamanan Pangan Jadi Tantangan
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemenuhan standar Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SJMKHP) sebagai syarat keamanan pangan bagi produk perikanan yang akan menembus pasar internasional.
Dalam memenuhi persyaratan keamanan pangan, produsen produk perikanan disebut Direktur Utama Nirvana Niaga Sejahtera (NNS), Nurhadi Samad harus memperhatikan rantai pasok dari hulu kehilir. Hal ini terkait upaya menjaga suku ikan minimal nol derajat celcius guna menjaga kualitas sehingga armada tangkap harus memiliki teknologi pendingin.
PT Nirvana Niaga Sejahtera sebagai perusahaan pengolahan hasil laut (seafood) dan frozen food yang berfokus pada pasar ekspor memandang upaya menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan cukup menantang di RI mengingat infrastruktur dan jalur transportasi yang belum memadai. Selain itu masih diperlukan edukasi nelayan terhadap upaya menjaga kualitas tangkapan ikan.
NNS yang memasok ikan tuna hingga octopus ke Amerika dan Jepang memastikan upaya memenuhi sertifikasi internasional dengan kualitas premium tetap terpenuhi. Meski demikian, salah satu tantangan ekspor perikanan adalah masuk ke pasar Uni Eropa karena adanya kebijakan satu pintu yang menyebabkan hasil perikanan harus melalui Vietnam sebelum masuk Eropa.
Seperti apa tantangan produsen produk perikanan RI dalam memenuhi keamanan pangan global? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Direktur Utama Nirvana Niaga Sejahtera (NNS), Nurhadi Samad dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 29/05/2026)
Addsource on Google