09:17
Video; Harga Gas Naik-Lawan Produk China, Bisnis Tekstil Kian Terdesak
Jakarta, CNBC Indonesia- Belum pulih dari dampak pandemi covid-19, idnsutri tekstil dan produk tekstil (TPT) kembali menghadpai tekanan bisnis akibat perang Timur Tengah, lonjakan harga energi, BBM dan gas hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan suku bunga.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan saat ini kenaikan harga gas menjadi beban yang menambah berat industri. Meski mendapatkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di USD 7 per MMBTU namun kuotanya terbatas hanya 65% dari kebutuhan dan sisanya harga norma yang terus naik.
Kondisi tekanan ini tidak hanya membebani biaya produksi namun juga menakan daya saing produk tekstil RI, akibatnya makin sulit untuk melawan produk impor China yang lebih murah.
Seperti apa tantangan bisnis tekstil RI? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta di CNBC Indonesia
source on Google