Ferrari resmi meluncurkan mobil lestrik atau EV pertamanya pada Senin (25/5/) lalu. Peluncuran ini menandai pergeseran penting bagi produsen mobil sport mewah tersebut karena para pesaingnya, termasuk Porsche dan Lamborghini, mengurangi ambisi mereka di bidang kendaraan listrik (EV), dengan alasan permintaan yang lemah. (Ferrari/Handout via REUTERS)
Luce, mobil empat pintu yang dalam bahasa Italia berarti 'ringan', dikembangkan dengan bantuan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dan kolektifnya, LoveFrom, dan merupakan mobil lima penumpang pertama Ferrari. (Ferrari/Handout via REUTERS)
Namun, saham mobil mewah Ferrari mengalami penurunan tajam pada Selasa (26/5). Ini terjadi setelah perusahaan tersebut meluncurkan kendaraan listrik perdananya. (Dok. ferrari.com)
Dalam perdagangan di Bursa Milan, saham Ferrari turun sekitar 8% pada Selasa dan saham yang terdaftar di Amerika Serikat turun 5,3%. Saham yang terdaftar di Milan turun lebih dari 32% selama 12 bulan terakhir. (Dok. ferrari.com)
CEO Ferrari Benedetto Vigna menggambarkan peluncuran model Luce sebagai hari yang sangat penting bagi perusahaan. Ini melambangkan pembukaan babak baru dalam sejarahnya. "Begini, ketika Anda menggunakan teknologi baru, Anda harus selalu mengingat sebuah kata yang disebut rasa hormat," kata Vigna kepada Charlotte Reed dikutip dari CNBC Internatonal, Rabu (27/5/2026). (Ferrari/Handout via REUTERS)
"Rasa hormat terhadap teknologi, karena ketika Anda memiliki teknologi baru, Anda perlu memastikan bahwa teknologi tersebut terwakili dengan baik dalam desain, jadi desainnya harus berbeda," tambahnya. (Dok. ferrari.com)