MARKET DATA

PHE Target Lakukan Eksploitasi 800-an Sumur Minyak di Tahun Ini

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
26 May 2026 14:40
Blok Rokan. (Doc SKK Migas)
Foto: Blok Rokan. (Doc SKK Migas)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan pengeboran sekitar 800 sumur pengembangan atau eksploitasi di berbagai wilayah kerja migas sepanjang tahun 2026. Hal itu sebagai upaya perusahaan untuk mengejar target produksi nasional sekaligus memitigasi risiko penurunan produksi alami yang terjadi pada sumur-sumur minyak tua.

CEO PHE Awang Lazuardi menjelaskan bahwa rencana kerja perusahaan tahun ini mencakup berbagai aktivitas teknis mulai dari survei seismik hingga pemeliharaan sumur secara berkala.

"Pekerjaannya apa saja? Di antaranya adalah terkait dengan eksplorasi kita akan lakukan seismik 904 km untuk 2D, untuk yang 3D adalah 1.660 km persegi dengan pemboran eksplorasi sebanyak 16 sumur. Untuk pengembangan atau eksploitasi sebesar 800 sumur dengan workover lebih dari 1.200 sumur dan well intervention lebih dari 33.000 pekerjaan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).

Pengeboran ratusan sumur tersebut dinilai penting mengingat adanya penurunan produksi alami (natural decline) yang dialami lapangan migas Indonesia saat ini rata-rata menyentuh angka 24% untuk minyak. Jika perusahaan tidak melakukan upaya melalui pengeboran sumur baru, maka kapasitas produksi minyak di wilayah kerja yang dikelola dipastikan akan merosot tajam.

"Perlu kita paham bahwa untuk bisnis migas kita harus melawan atau tantangan natural decline di mana rata-rata natural decline kita untuk minyak adalah 24% sedangkan gas 21%. Ini artinya apa, jika kita tidak melakukan apa-apa istilahnya tidak ada effort untuk melakukan menahan decline maka produksi kita secara natural setiap tahun untuk minyak akan turun 24%," jelas Awang.

Selain pengeboran sumur konvensional, PHE secara paralel mulai merambah kegiatan di sektor migas non-konvensional (MNK) di wilayah Riau guna mencari sumber cadangan baru. Perusahaan memproyeksikan kegiatan eksplorasi di sektor "bukan minyak biasa" ini akan menjadi faktor penentu bagi keberlanjutan energi nasional dalam jangka panjang.

"Tadi sudah kami sampaikan bahwa kita akan melanjutkan eksplorasi di minyak non konvensional. Kita Insyaallah akan melakukan pemboran sekitar 2 sampai 3 sumur untuk di minyak non konvensional yang ada di wilayah Riau dan juga kita akan mencoba beberapa sumur pemboran 16 sumur untuk di WK eksplorasi yang konvensional," paparnya.

Perusahaan juga terus mendorong program peningkatan perolehan minyak atau Enhanced Oil Recovery (EOR) serta pengembangan lapangan baru (greenfield) untuk menambal selisih produksi akibat kendala teknis maupun situasi geopolitik global di awal tahun ini. Perusahaan optimistis target produksi gabungan minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari dapat terealisasi hingga akhir tahun 2026.

"Target nanti kita diharapkan mencapai di angka 1.030.000 barrel oil equivalent per day dengan bermacam kegiatan atau kita namakan program filling the gap untuk mengejar ketertinggalan kita di sisa waktu sampai di akhir tahun," tandasnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Produksi Hulu Migas Pertamina Sentuh 956 Mboepd di Triwulan I-2026


Most Popular
Features