Bocoran Purbaya: 10 Perusahaan CPO 'Nakal' Merupakan Eksportir Besar

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 26/05/2026 13:49 WIB
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak bisa merilis nama-nama perusahaan eksportir crude palm oil (CPO) yang terduga melakukan underinvoicing. Namun, dia mengatakan 10 perusahaan CPO tersebut merupakan eksportir besar.

"Oh, itu namanya belum kita sebutin, kan. Nanti saya dituntut. Tapi ada sih datanya sepuluh...Campur, kali. Sepuluh eksportir terbesar," ujar Purbaya, di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (26/5/2026).


Purbaya pun menuturkan 10 perusahaan ini sudah diperiksa dahulu oleh Kemenkeu. Menurut Purbaya, Kemenkeu melakukan analisa cepat dengan menggunakan AI. Kemudian, data tersebut diserahkan untuk ditelitik dan dipelajari lebih lanjut oleh BPKP dan Kejaksaan.

Purbaya mengatakan pihaknya sebenarnya mengecek sebanyak 20 perusahaan, tetapi sisanya sebanyak 10 perusahaan nilainya kecil-kecil

"Yang kita fokus ke yang besar, semuanya begitu yang besar itu. Jadi, bisa dipastikan kalau yang besar begitu, yang kecil mungkin sama," katanya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mendag Rilis Aturan Ekspor Sawit-Batu Bara Selambatnya Besok