MARKET DATA

RI Target Bisa Produksi Hidrogen Hijau 200 Ton di Tahun Ini

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
26 May 2026 13:50
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang berhasil memproduksi hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit EBT ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Se
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang berhasil memproduksi hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit EBT ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan. (CNBC Indonesia/Verda Nano)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi hidrogen hijau (green hydrogen) sebesar 200 ton sepanjang tahun 2026. Target produksi tersebut telah dimasukkan ke dalam Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator/KPI) Kementerian ESDM.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebutkan pemerintah saat ini sedang fokus merumuskan strategi agar target tersebut dapat segera direalisasikan melalui berbagai proyek.

"Sekarang di pemerintah kami juga mencoba membuat KPI Kementerian ESDM adalah bagaimana menciptakan lebih banyak hidrogen hijau, bahkan di tahun ini kami memiliki target 200 ton per tahun bagaimana kami bisa menciptakan hidrogen hijau tersebut," ujarnya dalam IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Selasa (25/5/2026).

Demi mencapai target tersebut, pemerintah mendorong kerjasama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Kerja sama itu mencakup pengembangan proyek percontohan untuk memanfaatkan hidrogen dan amonia sebagai bahan baku pendukung pada jaringan listrik nasional melalui skema pencampuran bahan bakar.

"Beberapa perusahaan seperti PLN, Pertamina sekarang sedang melakukan proyek inisiatif untuk menciptakan penggunaan hidrogen dan amonia bahkan di jaringan listrik. Jadi kami juga mencoba co-firing amonia dan hidrogen pada jaringan tersebut," tambah Eniya.

Menurutnya, pengembangan hidrogen hijau sebagai instrumen krusial dalam mendukung komitmen dekarbonisasi untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060. Selain itu, pihaknya juga terus membuka ruang investasi bagi sektor swasta guna memperkuat infrastruktur energi baru terbarukan di berbagai wilayah Indonesia.

"Tentu saja kolaborasi internasional dan sektor swasta sangat diperlukan, investasi dari sektor swasta diproyeksikan akan sangat besar. Kami ingin mencapai lebih banyak listrik beban dasar di jaringan listrik seperti panas bumi dan tenaga air," tandasnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article ESDM Resmi Luncurkan Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026


Most Popular
Features