MARKET DATA

Mengupas Warisan Budaya Jamu Jadi Industri Berkelanjutan

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
25 May 2026 21:35
Health Forum
Foto: Health Forum

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memiliki warisan panjang dalam pemanfaatan jamu sebagai bagian dari budaya dan praktik kesehatan. Pemanfaatan jamu juga didukung oleh kekayaan biodiversitas, dengan 30.000 jenis tanaman yang berpotensi menjadi bahan baku obat.

Seiring waktu, jamu pun terus berkembang menjadi produk yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penggunaan jamu pun menjadi bukti bahwa Indonesia bisa menjadi pusat keunggulan medis dunia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun mendorong masyarakat untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi jamu sekaligus memperkuat ekosistem industri herbal melalui regulasi, pendampingan UMKM, dan kolaborasi lintas sektor. BPOM pun melakukan pengawasan terhadap produksi dan peredaran jamu di tanah air, untuk menjamin keamanannya.

Saat ini tercatat, baru ada 71 obat herbal terstandar dan 20 fitofarmaka dari 18.000 lebih jamu terdaftar. Dengan potensi nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp350 triliun per tahun, industri jamu menjadi salah satu sektor strategis yang perlu terus dikembangkan.

Momentum Hari Jamu Nasional menjadi titik penting untuk mengangkat kembali peran jamu. Tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai industri berkelanjutan.

Untuk itu, CNBC Indonesia menggelar Health Forum 2026 yang mengusung tema "Dari Warisan Budaya Menjadi Industri Jamu Berkelanjutan". Acara ini akan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 10.00-12.00 WIB.

Forum ini menghadirkan ruang diskusi antara regulator dan pelaku industri untuk memperkuat arah pengembangan jamu agar lebih kompetitif dan relevan di masa depan.

Health Forum merupakan program talkshow spesial CNBC Indonesia TV dalam melihat peran jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang terus berkembang menjadi bagian dari industri kesehatan modern dan berkelanjutan dalam momentum Hari Jamu Nasional.

Health Forum menghadirkan Kepala BPOM Taruna Ikrar, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri, Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Jony Yuwono dan Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa Patrick Kalona. Mereka akan membahas arah kebijakan dari BPOM, peran kolaborasi lintas sektor, serta peluang pengembangan jamu agar semakin relevan, kompetitif, dan diterima di pasar nasional maupun global.

Health Forum didukung oleh PT Phytochemindo. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Kementerian LH Bina Perusahaan Jalankan Prinsip Keberlanjutan


Most Popular
Features