3 Perusahaan Bakal Pasok 26 Ribu KL Etanol Buat Bensin Baru RI E5

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 25/05/2026 11:40 WIB
Foto: Etanol. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa ada tiga perusahaan dalam negeri yang siap memasok bioetanol sebanyak 26.000 kiloliter (KL) untuk bahan bakar E5. Hal itu menyusul rencana mandatori pencampuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan etanol sebesar 5% (E5) pada Juli 2026 mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan etanol tersebut wajib menggunakan sumber bahan baku lokal. Pihaknya saat ini tengah memantau ketersediaan pasokan dari para produsen nasional sebelum menetapkan volume alokasi secara resmi melalui regulasi.

"Nah bahan baku lokal yang menyatakan mampu untuk deliver fuel grade ke kami adalah 26.000 dari tiga perusahaan. Ini baru sekarang baru tercollect nanti saya akan rekap lagi ini ongoing kan sampai Mei akhir terus Juni nanti proses Kepmen dan sebagainya kita pastikan volumenya" ujarnya saat ditemui di sela acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Senin (25/5/2026).


Namun, rencana kebijakan mandatori E5 ini nantinya akan diterapkan secara bertahap di sejumlah wilayah di Indonesia sebelum diperluas ke skala nasional.

"Tetapi arahan dari beliau (Menteri ESDM) adalah harus lokal. Nah jadi kemarin sudah kita identifikasi jumlah berapa banyak etanol fuel grade yang bisa dihasilkan," lanjut Eniya.

Adapun sebaran awal mandatori bensin E5 direncanakan akan menyasar wilayah di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. PT Pertamina (Persero) tercatat telah menyiapkan infrastruktur blending etanol di 179 lokasi guna menunjang kelancaran distribusi bahan bakar nabati tersebut di tingkat konsumen.

"Jadi Jawa Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Jogja ada. Sesuai lokasi. Jadi tidak nasional kalau nasional kurang jelas tetapi arahan pak menteri adalah menggunakan bahan baku lokal," tuturnya.

Selain untuk sektor otomotif, pemerintah terus mendorong bauran energi baru terbarukan lainnya untuk mengejar target emisi nol bersih pada 2060. Pihaknya berharap dapat meminimalisir dampak geopolitik global terhadap ketersediaan pasokan bahan bakar di dalam negeri.

"Kita ingin meningkatkan ketangguhan diri kita dengan menggunakan sumber daya alam seperti tetes tebu dari tebu dan juga satu pabrik dapat menyuplai bioetanol yang berasal dari jagung dan hal-hal lain yang mungkin akan berjalan tahun depan adalah dari singkong," tandasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kembangkan Industri Bioetanol, Pemerintah Siapkan Insentif Baru