Internasional

Pasukan Tempur Raksasa Nuklir Asia Mendadak Bergerak ke Saudi, Kenapa?

tps, CNBC Indonesia
Minggu, 24/05/2026 16:00 WIB
Foto: Jet Tempur buatan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) J-10 milik Pakistan. (Tangkapan Layar Youtube/Pakistan Air Force)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakistan dilaporkan melakukan pengiriman beberapa senjata dan ribuan tentara menuju ke Arab Saudi. Ini dilakukan setelah adanya pakta pertahanan bersama rahasia yang ditandatangani tahun lalu.

Kabarnya ada 8.000 tentara dan satu skuadron jet tempur JF-17 yang dikirimkan Pakistan. Selain itu juga terdapat pengiriman dua skuadron dan sistem pertahanan udara HQ-0 buatan China.

Semua persenjataan itu akan dioperasikan oleh tentara Pakistan. Sementara biaya pengiriman ditanggung oleh Arab Saudi.


Dokumen rahasia mencatat jumlah pasukan masih bisa bertambah saat situasi memburuk. Dengan begitu membuka peluang pengiriman kapal perang ke wilayah tersebut.

"Kesepakatan rahasia itu menyediakan kemungkinan hingga 80.000 tentara Pakistan untuk dikerahkan ke Arab Saudi guna membantu mengamankan perbatasan kerajaan bersama dengan pasukan Saudi," ujar sumber pemerintahan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/5/2026).

Pengerahan pasukan dimulai sejak awal April lalu, dipicu serangan udara Iran yang menghantam infrastruktur energi utama milik Arab Saudi.

Serangan itu menewaskan seorang warga negara Saudi dan memicu kekhawatiran global. Riyadh juga melancarkan serangan balasan rahasia ke wilayah Iran.

Pengiriman pasukan juga terjadi saat Pakistan menjadi mediator utama perang Iran. Bahkan sempat sukses menengahi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran.

Kedua negara memang diwajibkan perjanjian rahasia saling membela saat salah satu pihak diserang. Bahkan Arab Saudi dinilai berada dalam payung nuklir Pakistan karena kesepakatan tersebut.

 


(emy/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iran Ancam Gunakan Senjata Mengejutkan Jika Diserang Lagi