Video:Investor RI Tembus 27 Juta, Bos BEI Yakin Pasar Modal RI Melesat
Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan Jogja Financial Festival 2026 pada 22-23 Mei 2026 yang akan diisi dengan kegiatan financial festival, business talks, educational class, comedy live show, exhibition, concert hingga career corner.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan RI, Suminto dalam Jogja Financial Festival 2026 memaparkan jurus Kemenkeu pengelolaan APBN termasuk pengelolaan pinjaman, hingga surat berharga negara (SBN) dan risiko keuangan.
Dimana dalam mendukung pembiayaan APBN, pemerintah menerbitkan SBN sebagai pembiayaan utang yang terdiri atas SBN Konvensional (ORI dan SBR) maupun SBN Syariah (Sukuk Riterl dan Sukuk Tabungan). SBN juga menajdi instrumen investasi bagi masyarakat dengan risiko nol.
Selain SBN, instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan masyarakat adalah investasi di pasar modal melalui saham maupun obligasi korporasi. Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik mengatakan saat ini jumlah investor di pasar modal RI terus naik mencapai 27,4 juta sebagai sinyal optimisme pasar terhadap investasi pasar modal RI.
BEI memastikan fungsi pengawasan otoritas bursa terhadap transaksi di bursa saham guna memastikan keamanan investasi di pasar modal RI.
Dari sisi investasi pemerintah bidang infrastruktur, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Reynaldi Hermansjah menyebutkan peran PT SMI sebagai lembaga keuangan non-bank di bawah Kemenkeu yang melakukan pembiayaan bidang infrastruktur seperti pembangunan Ruas Tol Jogja-Solo dan RS Akademis UGM.
Dalam upaya menjaga keberlangsungan investasi PT SMI menerapkan sejumlah strategi terkait mitigasi risiko dan pemilihan proyek hingga monitoring proyek pembiayaan guna menjaga NPL tetap rendah di bawah 1%.
Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto bersama Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik dan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Reynaldi Hermansjah dalam Jogja Financial Festival 2026 di CNBC Indonesia (Jum'at, 22/05/2026)
Add
source on Google