MARKET DATA

PLN: 8,35 Juta Pelanggan Sumatra Sudah Kembali Dapat Listrik

Thea Arbar,  CNBC Indonesia
23 May 2026 11:55
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik ke
Foto: Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mencatat lebih dari 8,35 juta pelanggan di Sumatra telah kembali menikmati pasokan listrik hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB. Jumlah tersebut setara dengan sebagian besar dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak gangguan sistem kelistrikan sejak Jumat (22/5/2026).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan proses pemulihan masih terus berjalan secara bertahap di berbagai wilayah terdampak.

"Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu pagi.

Hingga Sabtu pagi, PLN mencatat 3.192 megawatt (MW) dari total 5.334 MW pasokan yang terdampak telah kembali normal. Selain itu, 157 dari 176 gardu induk juga telah kembali beroperasi.

Gangguan bermula dari jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB. PLN menyebut indikasi awal gangguan dipicu cuaca buruk yang berdampak pada sistem kelistrikan Sumatra.

Dampak gangguan meluas ke sejumlah wilayah, mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara hingga Aceh.

"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," kata Darmawan.

PLN menjelaskan pemulihan jaringan transmisi berhasil dilakukan dalam waktu sekitar dua jam. Setelah itu, fokus dialihkan pada pengoperasian kembali pembangkit secara bertahap.

Darmawan kemudian menyebut bahwa proses penyalaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keandalan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas disebut menjadi penopang awal pemulihan, sementara PLTU membutuhkan waktu 15-20 jam untuk kembali normal penuh.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penjelasan PLN Soal Pemadaman Listrik Berjam-jam di Wilayah Sumatra


Most Popular
Features