MARKET DATA

BPKP-Kejagung Turun Tangan Periksa 10 Perusahaan Manipulasi Ekspor CPO

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
22 May 2026 18:35
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Agung telah bergerak merespons temuannya tentang 10 perusahaan sawit atau CPO yang melakkan manipulasi faktur ekspor alias under invoicing.

"Saya akan minta laporan dari mereka minggu depan, seperti apa perkembangannya," kata Purbaya di kawasan Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Purbaya meyakini, temuannya soal aktivitas manipulasi harga ekspor 10 perusahaan sudah sangat jelas hingga termasuk ke dalam bagian dari praktik culas transfer pricing.

10 perusahaan yang ia temukan dari hasil random sampling itu melakukan permainan ekspor dengan memanfaatkan perusahaan cangkang di Singapura. Modusnya, mencantumkan harga CPO yang murah ke negara tujuan, namun mengubah harga jualnya saat setelah memasuki wilayah Singapura.

"Kirim ke Singapura, pakai perusahaan trading, mana perusahaannya dia sendiri. Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan harga yang dua kali lipat atau lebih. Ada yang 200%, ada yang 4 kali lipat. Jadi gitu," ucap Purbaya.

Selama ini praktik itu bocor karena Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ia sebut tak memiliki kapasitas untuk mencari data harga dari tiap volume yang diangkut kapal ekspor setelah melewati daerah pabean. Namun, data aktivitas under invoicing atau transfer pricing ini ia dapati setelah memanfaatkan teknologi AI di Lembaga Nasional Single Window (LNSW).

"Akhirannya kita terapkan AI, kemudian kita beli data juga yang lebih lengkap, sehingga di sini ketahuan seperti apa," papar Purbaya.

Meski begitu, Purbaya belum mau mengungkap daftar nama 10 eksportir yang kedapatan melakukan praktik culas. Namun, ia menekankan, selain CPO, juga ada perusahaan Batu bara yang akan diusut Kejagung dan BPKP karena melakukan praktik manipulasi harga ekspor.

"Nanti kalau sudah beres ya, kita enggak akan bunuh perusahaannya. Cuman kita minta mereka melakukan, khususnya yang seharusnya. Tapi nanti dengan adanya penjual tunggal tadi harusnya aman," tegas Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Sudah Lapor Prabowo, 10 Eksportir Sawit Curang Under Invoicing


Most Popular
Features