Foto Internasional

Rumah Sakit Ebola Dibakar-1 Jenazah Hangus, Pasien Lari Ditangkap

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 23/05/2026 08:15 WIB

Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026).

1/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

2/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Insiden ini terjadi setelah setelah keluarga dan teman seorang pemuda yang diduga meninggal akibat virus tersebut dilarang membawa jenazahnya untuk dimakamkan. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

3/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Dilansir Reuters, Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa yang mengamuk di Rumah Sakit Umum Rwampara. Namun, upaya tersebut gagal, dan massa membakar dua tenda berisi delapan tempat tidur sebelum bala bantuan tentara dan polisi tiba untuk mengendalikan situasi. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

4/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Akibatnya, tenda-tenda tersebut habis terbakar bersama satu jenazah yang rencananya akan dimakamkan pada hari itu. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

5/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Enam pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di tenda dilaporkan melarikan diri selama kekacauan tersebut. Namun, organisasi medis Alima kemudian mengatakan bahwa seluruh pasien telah ditemukan dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

6/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Politisi setempat, Luc Malembe Malembe, mengatakan bahwa banyak orang masih tidak percaya bahwa virus Ebola, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 130 orang di wilayah timur DRC, benar-benar ada. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

7/7 Sekelompok massa menyerang rumah sakit dan membakar tenda isolasi di Kota Rwampara, Kongo, Jumat (22/5/2026). (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Jenazah korban Ebola masih dapat menularkan infeksi dengan mudah. Oleh sebab itu, otoritas DRC dan lembaga kesehatan internasional menegaskan bahwa pemakaman harus dilakukan oleh tim khusus yang mengenakan alat pelindung diri. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)

Add as a preferred
source on Google