Usul TNI-Polri & ASN Dapat Beras Natura, Bos Bulog Ungkap Ini Efeknya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 22/05/2026 14:16 WIB
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog memastikan rencana penyaluran beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri tidak akan mengganggu pasokan maupun stabilitas harga beras di pasar domestik. Bahkan, kebijakan itu dinilai justru bisa membuat pengendalian harga pangan semakin mudah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, stok beras pemerintah saat ini dalam kondisi sangat melimpah, sehingga tetap cukup untuk kebutuhan stabilisasi pasar.

"Kalau menurut kami, dengan produksi pertanian sekarang yang luar biasa ini tidak ada masalah. Bahkan, itu akan mengendalikan pasar lebih-lebih mudah. Karena para ASN, TNI, Polri sudah tercukupi, tinggal yang non-ASN dan non TNI, Polri saja," kata Rizal saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/5/2026).


Ia menjelaskan, hingga kini rencana pemberian beras natura masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan pemerintah. Namun Bulog sudah mulai menghitung skenario pelaksanaannya, mengingat stok beras nasional saat ini sedang tinggi.

"Sementara sedang didiskusikan, jadi belum ada keputusan. Namun kami sudah range (perkirakan) itu, merencanakan. Kebetulan kan stok kita banyak. Kalau memang itu bisa diperuntukkan kepada rekan-rekan prajurit TNI, Polri, dan ASN, itu akan lebih baik lagi," ujarnya.

Pelepasan ekspor Beras Befood Nusantara untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Gudang BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Pelepasan ekspor Beras Befood Nusantara untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Gudang BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Menurut dia, skema natura sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Rizal bahkan mengenang masa kecilnya ketika bantuan natura masih diterapkan dan menjadi momen yang ditunggu banyak keluarga.

"Karena dulu juga pernah Indonesia (memberikan bantuan beras natura), kami waktu masih kecil-kecil, pada saat kami masih SD itu melihat orang tua kami pulang bawa natura itu senang sekali gitu. Bahkan kita sampai jemput orang tua kami di pool bus tempat jemputan, kita jemput orang tua kami sambil bantu bawa beras, bawa minyak, dan sebagainya," kenang dia.

Adapun rencana penyaluran beras natura mencuat di tengah stok beras Bulog yang saat ini tercatat mencapai 5,39 juta ton. Pemerintah pun tengah mencari berbagai opsi penyaluran agar cadangan beras tetap terjaga, sekaligus membantu daya beli masyarakat dan aparatur negara.

Bulog sebelumnya juga mengungkapkan tengah menyiapkan tambahan kapasitas gudang hingga 7 juta ton untuk mengantisipasi terus meningkatnya serapan stok cadangan beras pemerintah (CBP), seiring tingginya produksi dalam negeri.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Stok Beras RI Tembus Rekor 5,1 Juta Ton