MARKET DATA

Aturan DHE Tertunda, Purbaya: Banyak Pebisnis Lobi ke Istana

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
22 May 2026 11:07
Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa buka suara atas belum terlaksananya kebijakan implementasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA). Sejatinya kebijakan DHE ini sudah bergulir sejak awal tahun ini.

Belum terlaksananya implementasi DHE itu pun membuat Chairman CT Corp Chairul Tanjung mempertanyakan kenapa kebijakan tersebut sempat tertunda. "Saya duga banyak pebisnis melobi sampai Istana," canda Purbaya ke Chairul Tanjung dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada hari ini, Jumat (21/5/2026).

Purbaya menambahkan, revisi aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan diberlakukan mulai 1 Juni 2026. Hal ini menjadi keputusan yang baik untuk Indonesia.

"Kita lihat devisa kita (selama ini) tidak naik, seakan tidak berfungsi. Setelah dianalisa banyak yang masuk, disalurkan ke bank kecil dengan cepat dan mengurai keluar negeri sehingga dolar kita habis walaupun ekspor surplu, tapi tidak ada ke cadev. Jadi dengan menarik ke bank-bank Himbara kan pengawasannya lebih gampang, main-main kita pecat, jadi DHE itu akan semakin signifikan dan memperkuat nilai tukar rupiah," tegas Purbaya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya & Rosan Tiba-Tiba Merapat ke Kantor Bahlil, Bahas Apa?


Most Popular
Features