Internasional

Update Baru Proposal Damai Perang AS-Iran, Trump Mulai Habis Kesabaran

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 22/05/2026 09:55 WIB
Foto: via REUTERS/Majid-Asgaripour

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran menyatakan bahwa pihaknya sedang meninjau proposal perdamaian terbaru dari pemerintahan Donald Trump demi mengakhiri perang yang tengah berkecamuk. Mengutip CNBC International, langkah ini diambil oleh Teheran setelah Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut menyatakan kesediaannya untuk menunggu beberapa hari lagi guna mendapatkan jawaban yang tepat dari pihak Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa Republik Islam telah menerima pandangan resmi dari pihak Amerika Serikat pada hari Kamis. Saat ini, otoritas tertinggi di Teheran tengah melakukan analisis mendalam terhadap poin-poin yang diajukan oleh Washington tersebut.

"Kami telah menerima pandangan dari pihak Amerika dan sedang meninjaunya," ujar Baghaei menurut laporan dari badan kerja sama penyiaran negara Nour News, dimuat Jumat (22/5/2026).


Baghaei menambahkan bahwa Pakistan, yang menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara AS dan Iran pada bulan lalu, terus bertindak aktif sebagai mediator dalam pertukaran komunikasi antara Teheran dan Washington. Menurut penjelasannya, beberapa putaran komunikasi yang telah terjadi selama ini didasarkan pada 14 poin kerangka kerja asli yang diajukan oleh pihak Iran.

Sebagai bagian dari upaya mediasi yang sedang berlangsung tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir diperkirakan akan melakukan perjalanan langsung ke ibu kota Iran pada hari Kamis. Kunjungan tingkat tinggi ini dimaksudkan untuk menjembatani komunikasi intensif antara Washington dan Teheran agar tidak berujung pada eskalasi militer yang lebih fatal.

Pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran sendiri sejatinya menunjukkan sangat sedikit kemajuan dalam beberapa pekan terakhir karena kedua belah pihak terjebak dalam kebuntuan yang tidak nyaman. Iran diketahui masih memblokir Selat Hormuz yang sangat vital secara strategis, sementara Washington membalasnya dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran.

Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) melewati Selat Hormuz setiap harinya. Namun, lalu lintas pelayaran internasional tersebut hampir sepenuhnya terhenti sejak serangan udara yang dipimpin oleh AS dan Israel menghantam Iran pada tanggal 28 Februari lalu.


Trump Habis Kesabaran

Trump sendiri melontarkan peringatan yang sangat keras kepada wartawan di Pangkalan Bersama Andrews pada hari Rabu kemarin mengenai kesiapan militer negaranya jika proses diplomasi ini menemui jalan buntu. Sang presiden menegaskan bahwa militer AS sudah berada dalam posisi siaga penuh untuk meluncurkan serangan balasan.

"Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang benar, ini akan berjalan sangat cepat. Kami semua siap untuk bergerak," tegas Trump.

Ketika ditanya oleh awak media mengenai berapa lama dirinya bersedia menahan diri dan menunggu respons dari pihak Teheran, Trump memberikan tenggat waktu yang sangat sempit. Ia mengisyaratkan bahwa opsi serangan militer bisa diambil kapan saja dalam waktu dekat.

"Bisa beberapa hari, tapi itu bisa terjadi dengan sangat cepat," jawab Trump.

Trump memang telah berulang kali memperingatkan akan adanya serangan baru yang masif terhadap Iran jika kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan damai, meskipun ia sering kali menunda tenggat waktu yang telah ditetapkannya sendiri. Sang presiden bahkan mengaku bahwa dirinya sempat berada dalam posisi "satu jam lagi" sebelum memutuskan untuk menyerang Iran pada hari Selasa kemarin, sebelum akhirnya diyakinkan untuk menunda serangan tersebut.

Merespons ancaman tersebut, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan yang tidak kalah sengit terhadap potensi agresi lanjutan ke wilayah mereka. Dalam sebuah pernyataan keras yang dilaporkan pada hari Rabu, kelompok paramiliter elite tersebut mengancam akan memperluas konflik Timur Tengah ini hingga ke luar kawasan jika AS dan Israel nekat melanjutkan serangan udara ke negara mereka.


(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Tolak Tawaran Balasan Iran Untuk Akhiri Perang