KRL 5568A Sempat Jalan 1,69 Meter Sebelum Ditabrak KA Argo Bromo
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi mengungkapkan, Commuter Line (KRL) KA 5568A relasi Jakarta-Cikarang sebenarnya sempat bergerak sebelum akhirnya ditabrak KA 4B Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada 27 April 2026. Namun perjalanan KRL itu kembali terhenti karena adanya kerumunan warga di sekitar jalur rel usai kecelakaan sebelumnya.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Dudy menjelaskan insiden bermula ketika sebuah taksi mogok di tengah rel dan tertabrak KRL KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur.
"Sebuah taksi mogok di tengah rel, KRL KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas, dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut. Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," kata Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, perjalanan kereta di lintasan Bekasi Timur masih berjalan normal meski beberapa rangkaian mengalami keterlambatan. KA 116B Sawunggalih tiba di Bekasi pukul 20.35 WIB atau terlambat lima menit dari jadwal, kemudian berhenti untuk menaikkan penumpang sebelum melanjutkan perjalanan.
"Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35 terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta Sawunggalih berhenti di Bekasi untuk menaikkan penumpang. Sawunggalih melintas stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB," ujarnya.
Sementara itu, KA 5568A Commuter Line relasi Jakarta-Cikarang juga mengalami keterlambatan saat diberangkatkan dari Stasiun Bekasi menuju Bekasi Timur.
"KA 5568A sudah terlambat 8 menit diberangkatkan 20.45 WIB, 20.49 WIB KA KRL Jakarta-Cikarang 5568A tiba di stasiun Bekasi Timur," jelas Dudy.
Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) |
Di belakang rangkaian tersebut, terdapat KRL KA 6066B yang juga masuk ke Stasiun Bekasi.
"KRL 6066B tiba di stasiun Bekasi, ini ada KRL yang di belakang Pak," sebut dia.
Menurut Dudy, setelah proses naik turun penumpang selesai, KRL KA 5568A sempat dijalankan dari Stasiun Bekasi Timur. Namun perjalanan kereta kembali dihentikan karena adanya kerumunan warga di depan jalur rel akibat kecelakaan taksi dengan KRL KA 5181B.
"Kereta tersebut sempat berangkat namun terhenti, atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," katanya.
Di saat bersamaan, KA 4B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi melintas di Stasiun Bekasi dengan kecepatan tinggi.
"Selanjutnya, kereta api Argo Bromo melintasi stasiun Bekasi pukul 20.51 lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km per jam. Tumburan terjadi pada jam 20.52," ujar Dudy.
Akibat kecelakaan tersebut, total 124 orang menjadi korban. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, sementara 103 lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing.
Kementerian Perhubungan, lanjut dia, menghormati proses investigasi yang masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara independen dan transparan.
Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono turut membeberkan detail kronologi perjalanan kereta berdasarkan investigasi awal KNKT, termasuk pergerakan KRL KA 5568A sebelum tabrakan terjadi.
Menurut Soerjanto, KA 116 Sawunggalih lebih dulu masuk dan berhenti di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.34.45 WIB hingga 20.38.32 WIB untuk proses naik turun penumpang sebelum melanjutkan perjalanan ke arah timur.
"Selanjutnya KA 116 Sawunggalih berangkat dari Stasiun Bekasi melalui jalur tiga menuju ke Timur," jelas Soerjanto dalam kesempatan yang sama.
Kemudian pada pukul 20.45.32 WIB, KRL KA 5568 diberangkatkan dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.
"Pukul 20.48.13 sampai 20.48.29, KA 5568A proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur di jalur satu hulu," katanya.
Di waktu hampir bersamaan, kecelakaan awal di perlintasan sebidang terjadi.
"Pukul 20.48.29, kejadian tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan bermotor roda empat di JPL Bekasi Timur jalur hilir. Ini jamnya 20.48.29," ujar dia.
Setelah proses naik turun penumpang selesai, KRL KA 5568A sempat bergerak sangat pendek sebelum berhenti kembali karena adanya kerumunan warga di jalur hilir.
"Pukul 20.48.53 sampai dengan pukul 20.48.59, KRL KA 5568A setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter jadi cuma pendek saja dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hilir," kata Soerjanto.
Sementara itu, KA 4B Argo Bromo Anggrek tetap melaju di jalur tiga Stasiun Bekasi dengan sinyal aman.
"Pukul 20.50.43, KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur tiga Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspect hijau atau berwarna hijau," jelasnya.
Tak lama kemudian, tabrakan maut pun terjadi.
"Pukul 20.52.12 terjadi tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan KRL KA 5568A," kata Soerjanto.
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)