MARKET DATA

Kisah Hashim Punya Bisnis Minyak 32 Tahun di RI Sampai Azerbaijan-AS

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
21 May 2026 14:55
Sesi dialog dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Foto: Sesi dialog dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)

Tangerang, CNBC Indonesia - Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo membagikan rekam jejaknya sebagai pelaku bisnis di sektor minyak dan gas bumi (migas) global selama tiga dekade terakhir. Dia menilai Indonesia memiliki potensi besar ke depannya.

Hashim menjelaskan bahwa keterlibatannya di sektor hulu migas telah dimulai jauh sebelum dirinya menjabat sebagai utusan khusus pemerintah. Ia menyebut perjalanan bisnisnya mencakup eksplorasi di berbagai benua, artinya, dia sudah paham dinamika operasional dan risiko tinggi di industri energi internasional.

"Saya selain dari sebagai pengusaha minyak gas, saya sudah punya usaha minyak gas sejak tahun 1994. Maka saya sudah banyak pengalaman di bidang migas sudah 32 tahun. Dan saya juga mempunyai pengalaman di luar Indonesia," ujarnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Kamis (21/5/2026).

Ekspansi bisnis migas milik keluarga Djojohadikusumo itu tercatat pernah menjangkau wilayah Asia Tengah hingga Amerika Serikat. Hashim merinci sejumlah negara tempat perusahaannya pernah memegang konsesi dan beroperasi secara aktif, mulai dari Kazakhstan, Azerbaijan, hingga wilayah California di Amerika Serikat.

"Pernah di Kazakhstan, di Azerbaijan, di Amerika itu di California, bahkan di Brunei sebagai pengusaha minyak. Kita punya konsesi di Brunei. Sayangnya di Brunei kami gagal walau pun menemukan, tapi kami juga cukup berhasil di negara-negara lain," paparnya.

Melalui pengalaman puluhan tahun tersebut, Hashim menekankan bahwa kunci keberhasilan investasi migas di mana pun berada terletak pada tiga faktor utama, yakni kepastian hukum, stabilitas politik, serta aturan fiskal yang kompetitif. Ia meyakini resep sukses ini telah dipahami dengan baik oleh pemerintah Indonesia saat ini guna menarik lebih banyak investor global.

"Kalau kita ada unsur-unsur itu, stabilitas politik, keamanan dan ketertiban, dan kita juga ada kepatuhan terhadap kontrak-kontrak, itu saya kira kita ada resep, kita ada unsur-unsur sukses di masa depan," tandasnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Dapat 150 Juta Barel Minyak Rusia, Hashim Ungkap Harganya


Most Popular
Features