Potret Ekonomi Warga RI: Rokok Ngeteng-Ngutang Sampai Hemat Beli Telur
Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas warung Madura yang biasanya ramai keluar masuk pembeli mulai menunjukkan perubahan dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan jumlah transaksi harian dirasakan sejumlah penjaga warung, terutama di kawasan yang banyak dihuni pekerja harian.
"Ya bener banget, setiap harinya kadang sepi, kadang alhamdulillah. Cuma memang belakangan agak sepi, saya juga ngga tau kenapanya," kata Lita, penjaga warung Madura di daerah Ciputat, Tangerang Selatan saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis (21/5/2026).
Kondisi tersebut terlihat terutama pada jam-jam tertentu yang biasanya ramai pembeli. Namun belakangan, jumlah kedatang pelanggan disebut tidak menentu dan berubah dari hari ke hari.
Perubahan daya beli juga mulai terlihat dari kebiasaan pembeli rokok. Jika sebelumnya banyak pelanggan membeli dalam jumlah penuh, kini sebagian konsumen lebih memilih membeli secara eceran.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator sederhana yang sering terlihat langsung di warung kecil. Pembelian secara ngeteng dinilai lebih sering terjadi dibanding beberapa waktu sebelumnya.
"Ngeteng sih, ada juga yang ambil dulu, nanti dibayar setelah gajinya dikasih," kata Lita saat ditanya soal perubahan pola pembelian rokok pelanggan.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, penjaga warung Madura lainnya yakni Doni juga mengakui daya beli yang juga turun. Warungnya yang menyediakan kebutuhan pokok juga merasakan dampak semakin iritnya masyarakat.
"Kaya telur aja contohnya, dari yang awalnya belanja 1 Kg ketika datang, dikurangi jadi seperempat aja (250 gram), kalau saya maklum, kondisi kan lagi kaya gini," kata Doni kepada CNBC Indonesia, Kamis (21/5/2026).
(dce) Add
source on Google