MARKET DATA

Indonesia Eximbank Cetak Laba Bersih Rp77 Miliar di Triwulan I-2026

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
20 May 2026 17:54
LPEI
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI (Indonesia Eximbank) membukukan laba bersih Rp77 miliar di triwulan I-2026. Jumlah tersebut melonjak 81% jika dibandingkan dengan perolehan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42 miliar.

Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas bisnis dan perbaikan kualitas aset. Di mana pembiayaan business unit tercatat sebesar Rp32,3 triliun, atau meningkat 13% dari Rp28,6 triliun.

Sementara itu, penjaminan mencapai Rp4,2 triliun dan volume asuransi sebesar Rp1,4 triliun,yang menegaskan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung pembiayaan dan mitigasi risiko bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Sementara dari sisi kualitas aset, Indonesia Eximbank mencatat collection dan special asset sebesar Rp648 miliar.

Kinerja yang positif tersebut turut mendorong perbaikan rasio NPL nett menjadi 1,77% dari sebelumnya 2,41% pada posisi Desember 2025. Capaian ini menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan bisnis dan risiko yang dijalankan oleh Indonesia Eximbank untuk menjaga agar bisnis tetap sehat dan tumbuh berkelanjutan.

"Peningkatan kinerja Indonesia Eximbank ini sejalan dengan peningkatan aktivitas Pembiayaan Ekspor Nasional dan perbaikan fundamental pengelolaan aset serta mencerminkan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, namun tetap memenuhi prudential norms untuk menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha," kata Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarso dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, dalam mendukung program ekspor nasional melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE), realisasi disbursement PKE pada Triwulan I 2026 mencapai Rp3,6 triliun atau meningkat 39% (YoY).

Adapun Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan menjadi kontributor disbursement terbesar, sementara Program PKE UKM merupakan program dengan portofolio debitur terbanyak yang menunjukkan bahwa program ini mengakomodasi kebutuhan pelaku UKM berorientasi ekspor.

"Melalui program PKE, pelaku usaha berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya negara-negara nontradisional," ujar Sukatmo.

Tidak hanya mencatatkan kinerja keuangan yang positif, Indonesia Eximbank juga terus memperkuat peran pengembangan ekspor melalui layanan jasa konsultasi dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha. Hingga Maret 2026, total Desa Devisa binaan Indonesia Eximbank meningkat menjadi 2.379desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199 Desa Devisa telah mengalami peningkatan kualitas melalui penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen ekspor, penguatan proses produksi yang berkualitas dan perluasan akses pasar termasuk melalui kegiatan business matching LPEI juga berhasil mencetak 120 eksportir baru sehingga total akumulasi eksportir baru mencapai 1.774 eksportir.

"Berbagai pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia Eximbank dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor," tutup Sukatmo.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Cara Eksportir Biskuit RI Bertahan di Tengah Naiknya Harga Bahan Baku


Most Popular
Features