Di Depan Pengusaha Migas, Bahlil Ungkap Dampak Geopolitik Global ke RI

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 18:35 WIB
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan dalam pembukaan dan peresmian IPA Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik yang masih bergejolak. Hal tersebut di sampaikan di hadapan para pelaku industri minyak dan gas (migas).

Menurut Bahlil, situasi geopolitik saat ini sulit diprediksi dengan konflik yang terus terjadi seperti ketegangan antara Israel dan Lebanon, serta konflik lain yang hingga kini masih berlangsung.

"Pandangan semua negara semakin tidak jelas arahnya kemana, dampaknya bukan hanya negara yang bertikai, tapi semua negara hampir rakyat seluruh dunia bahkan Indonesia," kata Bahlil di acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).


Meski begitu, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menjaga kinerja ekonomi di tengah tekanan global tersebut. Sebagai contoh, pada kuartal 1 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 6,51% dengan tingkat inflasi tetap terkendali.

Ia menilai capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20. Adapun, ketahanan ekonomi nasional ini menurutnya tidak lepas dari kontribusi berbagai sektor, terutama sektor hulu migas.

"Ini tertinggi diantara G20 dan ini terjadi karena kontribusi semua pihak dan khususnya di hulu migas dan sektor energi secara keseluruhan," ujarnya.


(ven) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Usai dari DPR, Prabowo Akan Hadiri IPA Convex 2026