Dolar Tembus Rp 17.500 Picu Harga Mobil Naik? Ini kata Bos Daihatsu

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 13:35 WIB
Foto: Daihatsu meluncurkan Rocky Hybrid dalam ajang GIIAS 2025 di ICE BSD, Tangerang, Senin (4/8/2025). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan industri otomotif nasional. Sejumlah komponen kendaraan masih bergantung pada impor, sehingga membuat tekanan biaya semakin meningkat. Namun PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan belum melakukan penyesuaian harga kendaraan hingga saat ini.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan perusahaan memilih melakukan efisiensi ketimbang langsung membebankan kenaikan biaya kepada konsumen. Langkah tersebut dilakukan agar pasar mobil pertama tetap terjaga di tengah daya beli masyarakat yang mulai melemah.

"Tapi tetap ada beberapa komponen yang memang impor. Pastinya butuh penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini mesti jalan. Jadi kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," kata Sri Agung Handayani dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).


ADM juga mulai membahas pengembangan komponen lokal bersama rantai pasok industri otomotif. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor apabila tekanan nilai tukar terus berlanjut dalam jangka panjang.

"Lalu yang kedua kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen," ujarnya.

Menurut Agung, kondisi depresiasi rupiah bukan hanya berdampak kepada Daihatsu, melainkan seluruh industri otomotif nasional. Karena itu, ia menilai ke depan penyesuaian di industri kemungkinan sulit dihindari jika tekanan kurs terus terjadi.

"Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia. Maka saya yakin akan ada penyesuaian," katanya.

Meski demikian, Daihatsu menegaskan tidak akan gegabah mengambil keputusan kenaikan harga. Perusahaan tetap mempertimbangkan kemampuan konsumen, khususnya pembeli mobil pertama yang menjadi pasar utama Daihatsu di Indonesia.

"Tapi apa yang akan dilakukan Daihatsu akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan di-deploy kepada customer," ujar Agung.

Ia juga menekankan hingga saat ini belum ada kenaikan harga mobil Daihatsu meski tekanan biaya produksi mulai terasa sejak awal tahun. Pernyataan itu disebutnya penting untuk diketahui konsumen.

"Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama empat bulan sejauh ini lima bulan tidak ada kenaikan harga," katanya.

Di sisi lain, ADM mulai menyiapkan pengembangan komponen lokal dalam jangka pendek maupun menengah. Perusahaan memperkirakan sebagian proyek lokalisasi bisa berjalan dalam waktu enam bulan.

"Ya ada yang short term, ada yang mid-term. Dalam jangka enam bulan, yang mid-term ada yang satu tahun sampai satu setengah tahun," ujar Agung.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sambut Awal Pekan, Rupiah Sentuh Level Rp17.600 per Dolar AS