Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi di Jawa Barat Aman

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 12:41 WIB
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat cukup sesuai regulasi, seiring dengan tingginya penyerapan atau penebusan oleh petani hingga pertengahan Mei 2026. Langkah ini dilakukan perusahaan untuk menjaga kelancaran musim tanam serta mendukung produktivitas pertanian di provinsi lumbung padi nasional tersebut.

Untuk memastikan stok di lapangan, Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F. mengunjungi langsung sejumlah fasilitas gudang di Jawa Barat. Dari hasil pantauan, Ia menegaskan stok pupuk bersubsidi cukup untuk mendukung kebutuhan petani yang semakin meningkat.

"Saat ini stok pupuk bersubsidi di gudang Nagreg dalam kondisi memadai dan disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung sesuai alokasi dan pola penebusan yang berjalan," ungkap Ihwan saat mengunjungi gudang di Nagreg, Kabupaten Bandung, dikutip Rabu (20/5/2026).


Hingga 18 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Jawa Barat telah mencapai 405.038 ton atau sekitar 37,82 persen dari total alokasi 2026 sebesar 1.070.997 ton. Penyaluran tersebut terdiri atas pupuk Urea sebanyak 205.384 ton, pupuk NPK sebesar 198.282 ton, ZA sebanyak 179 ton, dan pupuk organik sebesar 1.193 ton.

Sementara itu, khusus di Kabupaten Bandung, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 14.244 ton atau sekitar 32,23 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 44.200 ton. Penyaluran tersebut terdiri atas pupuk Urea sebanyak 7.625 ton, pupuk NPK sebesar 6.534 ton, serta pupuk organik sebanyak 114 ton.

"Realisasi ini berada di track yang betul, pupuk mengalir sampai ke petani tidak ada masalah. Kami optimistis Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan petani khususnya di Jawa Barat sampai nanti dengan akhir tahun. Petani-petani tidak perlu khawatir," ujar Ihwan.




Ia mengungkapkan tingginya serapan pupuk bersubsidi tidak lepas dari perubahan dan kemudahan yang diberikan Pemerintah pada tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Diantaranya, Pemerintah telah melakukan penyederhanaan regulasi dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga petani sudah bisa menebusnya sejak awal tahun.

Kemudahan berikutnya, Pemerintah telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk semua jenis pupuk bersubsidi. Penurunan HET yang baru pertama dilakukan dalam sejarah subsidi pupuk ini telah diterapkan Pemerintah mulai Oktober 2025 lalu.

"Pemerintah telah memberikan diskon, dan memangkas peraturan-peraturan yang sebelumnya mencapai 145 peraturan. Pemerintah melalui perubahan ini benar-benar memperhatikan petani, apalagi di puncak musim tanam bulan-bulan ini," kata Ihwan.

Dia menambahkann, penurunan HET ini memacu petani untuk berlomba-lomba masuk ke dalam e-RDKK (e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sehingga bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.


Sebagai komitmen mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Barat. Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi per 18 Mei 2026 sebesar 30.671 ton. Terdiri dari Urea sebanyak 24.895 ton, NPK 4.150 ton, pupuk organik 1.498 ton, dan ZA 128 ton.



Sementara itu, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Bandung tercatat mencapai 2.994 ton, dengan rincian Urea sebanyak 2.728 ton, NPK 173 ton, dan pupuk organik 93 ton. Ketersediaan stok tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Kabupaten Bandung.

Pupuk Indonesia juga didukung oleh jaringan distribusi yang luas, terdiri dari 149 Pelaku Usaha Distribusi (PUD), 51 gudang penyangga, serta 3.247 penerima pada titik serah (PPTS). Adapun khusus di Kabupaten Bandung, distribusi ditunjang oleh 11 Pelaku Usaha Distribusi, 2 gudang penyangga, dan 110 penerima pada titik serah.

"Kami memastikan di Jawa Barat, khususnya di Bandung aman. Petani tidak akan lagi susah dalam mendapatkan pupuk. Petani akan dipermudah dalam mendapatkan pupuk. Kita pastikan Pupuk Indonesia dapat bekerja dengan maksimal memenuhi kebutuhan petani Indonesia, khususnya Jawa Barat," pungkasnya.

Ihwan juga menyampaikan arahan strategis dalam bentuk Delapan (8) Taklimat Regional CEO 2 kepada seluruh karyawan Pupuk Indonesia di Regional 2 sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lapangan.

Delapan taklimat tersebut adalah, mempermudah akses petani dalam memperoleh pupuk, memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi, melakukan pemantauan stok, memastikan harga sesuai HET di setiap PPTS, membangun komunikasi dengan stakeholder, memahami wilayah kerja dengan baik, memegang teguh integritas, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jaga Swasembada Pangan, Penyaluran Pupuk Subsidi Dipermudah