12:11
Video: Prabowo "Singgung" PDIP di Depan Sidang DPR RI, Sebut Hal Ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di hadapan Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.
Prabowo mengatakan saat ini Indonesia menghadapi tantangan Ekonomi dan Geopolitik global oleh karena itu Pemerintah bertanggung jawab kesejahteraan masyarakat RI. Oleh karena itu RAPBN jadi wujud alat perjuangan untuk melindungi rakyat dan kesejahteraan rakyat.
KEM-PPKF RAPBN 2027, pendapatan ditargetkan 11,82 % -12,40% dari PDB untuk mendukung program prioritas dengan defisit APBN mencapai 1,8%-2,4% dari PDB. Rupiah ditargetkan RP 16.800-Rp17.500 per Dolar AS dengan pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,8%-6,5%
Selain itu Prabowo juga menyampaikan perkembangan kondisi ekonomi RI di 2026 menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik dunia. Salah satu program unggulan pemerintah adalah 5.000 Desa Nelayan dalam 3 tahun mendatang yang akan dibangunkan fasilitas es, selain itu Prabowo mendorong kesejahteraan Guru.
Pemerintah juga mendorong pengelolaan dan kedaulatan laut, di sisi lain saat ini RI menjadi eksportir batu bara, sawit dan ferro alloy (paduan besi) terbesar dunia dengan ekspor mencapai Rp 1.100 triliun per tahun namun rasio Penerimaan Pemerintah Terhadap PDB atau tax ratio RI Kalah Dibanding Filipina & Meksiko .
Prabowo juga menyoroti tren menurunnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya angka kemiskinan
Selengkapnya simak Breaking News, CNBC Indonesia (Rabu, 20/05/2026)
Addsource on Google