Saat Prabowo Nyari Kopi di Rapat Paripurna, Sebut Es Teler 77-88

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 11:54 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (YouTube/ Sekretarat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Momen unik terjadi saat Presiden RI Prabowo Subianto memberi pidato di pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5/2026). Hal ini terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI.

Kala itu, Prabowo menekankan peran swasta yang juga penting dalam membangun bangsa. Ia pun mengapresiasi sejumlah perusahaan RI yang mampu bersaing di tingkat global.


Kala mengatakan "kita harus mengakui prestasi perusahaan RI yang bisa bersaing ditingkat global", ia menyebut beberapa nama seperti Indofood, di mana produk mie-nya diklaim Afrika, dan Mayora. Saat menyebut Mayora, ia menyinggung bagaimana salah satu merek, yakni Kopiko, telah mampu dipasarkan di lebih dari 100 negara karena "memiliki brand ambasador Presidennya sendiri".

Sesudahnya, ia tiba-tiba berhenti berpidato. Spontan, ia terlihat seolah mencari kopi di podium tempatnya menyampaikan pernyataan, yang disambut tawa ruangan sidang.

"Panitai penyelenggara DPR tahu... Oo ada, saya mohon izin boleh saya minum Ibu Ketua," katanya seraya bercanda.

"Kopiko seneng presiden peminum kopi," ujarnya lagi disambut tawa lagi oleh anggota dewan.

Setelahnya, ia pun kembali menegaskan bagaimana semua elemen harus mendorong perusahana swasta agar unggul. Kala itu, ia pun menyinggung merek lain yakni Es Teler 77.

"Es Teler 77, 77 kan?," tanyanya. "Kalau orang (partai) Gerindra... bikin saingannya Es Teler 88," tambahnya disambut tawa riuh lagi.

"Maaf ibu ketua supaya nggak ngantuk ini majelis," ujarnya sesudah itu.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Alasan Pengusaha Tak Naikkan Harga Kopi Saat Harga Plastik Naik