Janji Prabowo di 2027: Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 10:34 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (YouTube/ Sekretarat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengelolaan fiskal yang kuat diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan pada 2027. Angka kemiskinan ditargetkan 6,0% hingga 6,5% lebih rendah dibandingkan target di 2026 sebesar 6,5%-7,5%. Sedangkan angka pengangguran ditargetkan 4,3% hingga 4,87% lebih rendah dibandingkan target di 2026 sebesar 4,44%-4,96%.

"Dan pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0-6,5% dari target sebelumnya 6,5 - 7,5%. Sementara itu tingkat pengangguran harus turun pada rentang 4,3% - 4,87%," ungkap Prabowo saat Rapat Paripurna di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu (20/5/2026)

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menargetkan rasio gini pada 2027 sebesar 0,362-0,367, indeks modal manusia di 0,575, indeks kesejahteraan petani pada 0,8038, dan proporsi penciptaan lapangan kerja formal di 40,81%.


Prabowo juga mengungkapkan pada 2027 mendatang pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,8-6,5%. Nikai tukar berada di kisaran Rp16.800-17.500 per US$. Sementara itu inflasi berada di kisaran 1,5%-3,5%.

"Strategi fiskal dan moneter harus strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ucapnya.

Bukan hanya itu, harga minyak mentah Indonesia pada 2027 ditargetkan US$ 70-95 per barel. Sedangkan lifting minyak mentah ditargetkan 602-615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi ditargetkan 934-977 ribu barel per hari.

"Dengan strategi ekonomi tepat kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6% menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029," tegasnya.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investasi dan Swasta Jadi Kunci Target Pertumbuhan Ekonomi 8%