Prabowo Rancang Pertumbuhan Ekonomi 2027 Capai 6,5%

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 10:33 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (YouTube/ Sekretarat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 ditargetkan tumbuh di kisaran 5,8%-6,5%. Hal ini tercatat dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan Prabowo di Sidang Paripurna, Rabu (20/5/2026).

"Dengan strategi ekonomi tepat kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6% menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029," kata Prabowo.


Prabowo mengatakan dirinya harus hadir langsung di dalam Rapat Paripurna untuk menyampaikan KEM-PPKF sebagai bentuk tanggung jawab terhadap bangsa Indonesia di tengah ketidakpastian ini. 

"Dalam rangka itulah APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara APBN wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa, APBN adalah alat untuk melindungi rakyat alat memperkokoh dasar-dasar dan sendi ekonomi bangsa," ujarnya.

Adapun, target ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan sasaran pertumbuhan dalam APBN 2026, yakni 5,4%. Asumsi pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh asumsi makro lainnya, yakni inflasi 1,5%-3,5%, nilai tukar rupiah Rp 16.800 - Rp 17.500/US$, suku bunga SBN 10 tahun 6,5%-7,3%, lifting minyak 602 ribu-615 ribu barel per hari, gas 934 ribu - 977 ribu barel setara gas per hari dan harga minyak (ICP) US$ 70-95 per barel.

Foto: Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal 2027. (Dok. Istimewa)

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Geopolitik Memanas Era Bunga Rendah, Perbankan Tetap Ekspansif