Anak Konglomerat Ditangkap, Jadi Tersangka Pembunuhan Ayahnya Sendiri
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia industri mode global diguncang kabar mengejutkan setelah Wakil Ketua Dewan Direksi raksasa fashion Mango, Jonathan Andic, resmi ditangkap oleh pihak kepolisian pada Selasa. Penangkapan putra dari mendiang pendiri merek fesyen ternama asal Spanyol tersebut dilakukan atas dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus kematian misterius sang ayah yang terjadi pada akhir tahun 2024 silam.
Mengutip laporan dari CNN International, Rabu (20/5/2026), penahanan terhadap salah satu petinggi perusahaan ritel pakaian multinasional ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh Mossos d'Esquadra, yang merupakan pasukan kepolisian wilayah Catalonia, Spanyol.
Kasus kematian Isak Andic, yang mendirikan Mango pada pertengahan dekade 1980-an, kini memasuki babak baru setelah otoritas hukum mencium adanya unsur tindak pidana dalam insiden tersebut. Sang pendiri sebelumnya dinyatakan tewas pada usia 71 tahun setelah jatuh ke dalam jurang sedalam 320 kaki atau sekitar 97 meter pada Desember 2024.
Pihak otoritas yudisial di Barcelona menegaskan bahwa proses hukum kini tengah berjalan dan berfokus pada pembuktian dugaan kejahatan berat terhadap nyawa seseorang. Pernyataan tersebut dikeluarkan secara tertulis oleh pihak pengadilan setempat guna merespons penangkapan sang taipan fesyen muda itu di tengah jalannya persidangan.
"Kasus ini sedang diselidiki sebagai pembunuhan," kata juru bicara Pengadilan Tinggi Keadilan Barcelona dalam sebuah pernyataan resmi pada Selasa.
Di sisi lain, pihak keluarga besar Andic langsung bereaksi atas penahanan tersebut dengan meluncurkan pernyataan melalui kantor berita internasional Reuters. Melalui perwakilannya, pihak keluarga menyatakan keyakinan penuh mereka bahwa tuduhan keji yang dialamatkan kepada salah satu anggota keluarga mereka sama sekali tidak berdasar dan keliru.
"Keluarga merasa yakin akan ketidakbersalahan Jonathan Andic dan dia bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang," ujar juru bicara keluarga Andic kepada Reuters.
Meskipun CNN International belum mengonfirmasi secara independen keabsahan pembelaan keluarga tersebut dan masih berusaha menghubungi pihak manajemen Mango untuk meminta komentar, proses hukum terhadap Jonathan terus bergulir di pengadilan. Ia dilaporkan telah menghadiri persidangan di kota Martorell, wilayah luar Barcelona, di mana hakim langsung menetapkan syarat finansial yang sangat tinggi untuk status penahanan sementaranya.
"Hakim menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro (Rp 20,532 miliar), yang sudah dibayarkan," lanjut juru bicara Pengadilan Tinggi Keadilan Barcelona.
Juru bicara Pengadilan Tinggi Keadilan Barcelona menambahkan bahwa hakim juga memerintahkan Andic untuk segera menyerahkan paspor miliknya kepada otoritas keamanan. Selain pencekalan ke luar negeri, pengadilan juga mewajibkan anak mendiang miliarder tersebut untuk hadir melapor ke pengadilan setiap pekan selama proses investigasi pembunuhan ini berjalan.
Sebagai informasi, mendiang Isak merupakan pengusaha kelahiran Turki yang mendirikan Mango pada tahun 1984 dan berhasil menyulapnya menjadi raksasa bisnis global serta pemimpin industri mode Spanyol, bersanding ketat dengan Zara milik Inditex. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ritel pakaian ini mencatatkan pertumbuhan dua digit pada tahun lalu dengan membukukan total angka penjualan mencapai 3,8 miliar euro atau setara dengan US$4,4 miliar (Rp77,88 triliun).
Berdasarkan data komprehensif dari majalah Forbes, Isak tercatat memiliki total kekayaan bersih yang sangat fantastis senilai US$4,5 miliar (Rp79,65 triliun) pada saat kematiannya. Kasus kriminal yang menyeret nama sang anak kandung sekaligus pewaris takhta ini diprediksi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap reputasi dan tata kelola emiten korporasi di pasar global.
(tps/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]