Lebih Murah! CNG Bisa Hemat Subsidi 40%

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 17:50 WIB
Foto: Infografis/ 5 Negara dengan Harga LPG Termurah & Termahal di Dunia/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) dapat menekan beban subsidi energi hingga 40%.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa skema pengalihan tersebut merupakan strategi untuk memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan gas bumi domestik. Laode menyebutkan efisiensi biaya pengadaan menjadi faktor utama di balik potensi penghematan anggaran negara karena Indonesia tidak perlu lagi menghabiskan devisa untuk membeli bahan baku dari luar negeri.

"Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya masih tetap diperlukan adanya subsidi tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30 sampai 40% karena proses efisiensinya kita CNG ini yang punya kita sendiri dibanding dengan kita harus impor," ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Selasa (19/5/2026).


Pemerintah mencatat ketergantungan terhadap pasokan luar negeri untuk LPG telah membebani neraca perdagangan secara signifikan. Dengan memanfaatkan gas dari lapangan-lapangan minyak nasional, biaya pokok produksi energi untuk keperluan rumah tangga dapat ditekan lebih rendah dibandingkan harga gas di pasar internasional.

"Gas kita punya banyak melimpah harganya murah tapi tabungnya yang mahal karena dia materialnya khusus. Tinggal 30% tadi kan mau dibagi ke mana saja mau dipotong subsidinya atau dikurangi harganya kan nanti itu teknis, teknis pelaksanaannya aja," ujarnya.

Meskipun komponen tabung memerlukan investasi teknologi yang tinggi, secara keseluruhan struktur biaya penggunaan gas domestik dinilai tetap jauh lebih menguntungkan bagi negara. Hal itu lantaran Indonesia merupakan produsen gas, sehingga rantai distribusi dari hulu ke hilir dapat dikendalikan oleh pemerintah tanpa terpengaruh fluktuasi harga global.

"Artinya ini akan jadi sebuah terobosan baru untuk kemandirian energi terutama ya karena kita nggak mungkin bergantung terus dari impor apalagi kondisi geopolitik seperti saat ini apapun dilakukan untuk bisa menciptakan ketahanan energi dan swasembada energi pada akhirnya," tambahnya.

Implementasi gas bumi itu juga dirancang agar masyarakat dapat beralih dengan mudah tanpa biaya tambahan. Sistem pada tabung CNG telah dipersiapkan agar katup bersifat plug and play dengan peralatan memasak yang sudah dimiliki warga saat ini, sehingga proses transisi energi diharapkan tidak menimbulkan penolakan di tingkat konsumen.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: RI Bakal Produksi CNG Demi Tekan Impor LPG