Hujan Deras Picu Banjir Dahsyat, Kota Lumpuh-Korban Jiwa Berjatuhan
Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan dan tengah China memicu banjir besar di sejumlah provinsi pada Selasa (19/5/2026), menewaskan sedikitnya 10 orang serta melumpuhkan aktivitas masyarakat. Sekolah dan pusat bisnis ditutup, layanan transportasi terganggu, sementara pasokan listrik di beberapa daerah terdampak ikut mengalami gangguan.
Otoritas China menyatakan curah hujan ekstrem yang melanda kawasan luas itu telah memicu respons darurat di berbagai wilayah, di tengah ancaman longsor, banjir bandang, serta genangan parah di perkotaan.
Badan meteorologi China menyebut wilayah Jiangxi, Anhui, Hunan, Hubei, Guizhou, Guangxi, Guangdong hingga Hainan berada dalam risiko tinggi bencana terkait hujan.
Cuaca ekstrem tersebut menciptakan situasi kacau di sejumlah kota. Di Jingzhou, kota di Provinsi Hubei bagian tengah, warga terlihat berjalan di tengah genangan setinggi lutut. Dalam video yang beredar di platform Douyin, sejumlah warga bahkan terlihat menangkap ikan yang berenang di jalanan kota.
Beberapa kendaraan hampir seluruhnya tenggelam di ruas jalan yang dikelilingi bangunan permukiman dan pusat komersial. Korban jiwa juga terus bertambah akibat cuaca buruk tersebut.
Media pemerintah CCTV, sebagaimana dikutip Reuters, melaporkan sedikitnya enam orang tewas setelah sebuah mobil pikap yang membawa 15 penumpang terjatuh ke sungai yang meluap di wilayah Guangxi, China barat daya, saat hujan lebat mengguyur kawasan itu.
Dalam insiden terpisah, tiga orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang yang menerjang sebuah desa dataran rendah di Provinsi Hubei.
Sementara itu, satu korban jiwa lainnya dilaporkan berasal dari Provinsi Hunan bagian selatan.
Akibat situasi yang memburuk, sekolah, pusat bisnis, dan layanan transportasi di sejumlah wilayah dihentikan sementara.
Media pemerintah juga melaporkan otoritas mulai memindahkan warga dari sejumlah daerah rawan di Hubei dan Hunan guna menghindari korban lebih besar. Adapun hujan Lebat Diperkirakan Bergerak ke Sungai Yangtze
Ahli meteorologi China menjelaskan wilayah hujan deras kali ini sangat luas, membentang lebih dari 1.000 kilometer.
Fenomena itu disebut dipicu oleh pertemuan massa udara lembap dari Teluk Benggala, Laut China Selatan, dan Samudra Pasifik. Sistem cuaca yang bergerak lambat juga menyebabkan akumulasi curah hujan menjadi sangat tinggi.
Pusat Meteorologi Nasional China menyebut cuaca ekstrem diperkirakan akan bergerak ke arah timur dan selatan dalam dua hari ke depan.
Mulai Rabu, hujan paling deras diperkirakan mengguyur kawasan tengah dan hilir Sungai Yangtze, salah satu wilayah terpadat dan paling penting secara ekonomi di China.
Di Pulau Hainan, pemerintah setempat mengeluarkan peringatan bencana geologi pada Selasa setelah lereng gunung longsor dan menimpa jalan raya di wilayah Lingshui. Otoritas kemudian menutup sejumlah jalan utama di kawasan tersebut demi keselamatan warga.
(luc/luc) Add
source on Google