MARKET DATA

Wamentan Bilang Indonesia Baik-Baik Saja di Tengah Kondisi Krisis

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
19 May 2026 14:55
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan kondisi Indonesia saat ini terutama di sektor pangan sedang cukup baik dibandingkan dengan negara lain, di tengah kondisi global yang sedang tidak baik.

Sudaryono mengatakan banyak negara yang tengah mengalami kondisi sulit saat ini. Namun di Indonesia, kondisinya baik-baik saja dan pasokan pangan masih cukup aman.

"Di tengah kondisi krisis saat ini, saat dunia sedang tidak baik-baik saja, dan Alhamdulillah Indonesia dalam keadaan yang baik-baik saja. Terlepas dari harga yang sedang naik, mungkin yang perlu kita syukuri adalah ketersediaan, sekarang ini kondisinya masih tersedia," kata Sudaryono dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Sudaryono pun mengutip hasil analisis dari Badan Pangan Amerika Serikat (AS) yang melaporkan, ada potensi dunia dilanda kelaparan pada tahun ini, akibat krisis geopolitik dan ancaman iklim global. Namun, cadangan beras nasional yang melimpah menjadi hal terpenting bagi Indonesia.

"Ada 1 analis dari AS yang melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto), dan beliau menyampaikan ke kami, bahwa salah satu badan agensi pangannya melaporkan ada potensi dunia dilanda kelaparan masal pada tahun ini. Oleh karena itu, cadangan beras di Indonesia saat ini menjadi penting. Ketersediaan beras Indonesia saat ini menjadi krusial di tengah krisis global yang sedang terjadi," lanjutnya.

Saat ini, stok beras nasional kembali mencetak rekor tertinggi barunya, di mana berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang Bulog mencapai 5,37 juta ton.

Kenaikan CBP didukung serapan gabah dan beras yang cukup baik di awal tahun ini. Adapun Target serap gabah pada 2026 sebesar 4.000.000 ton. Sedangkan realisasi pengadaan gabah dan beras per tanggal 18 Mei 2026 sebesar 2.821.603 ton atau 70,54% dari target penugasan pengadaan.

"Stok total 2025 sampai dengan 18 Mei 2026 mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia Pemerintah," ujar Sudaryono.

Adapun hingga 18 Mei 2026, Sudaryono menjelaskan realisasi serapan beras nasional tercatat sudah menyentuh 2,8 juta ton. Ini artinya, Bulog masih harus mengejar 1,2 juta ton untuk mencapai target tersebut.

Namun, pihaknya optimis penyerapan gabah pada 2026 dapat tercapai. Hal ini mengingat potensi panen yang masih cukup tinggi.

"Potensi luas panen bulan Mei mencapai 929.000 hektar atau 2,75 juta ton beras dan luas panen bulan Juni di tahun ini 841.000 ha atau setara 2,47 juta ton," jelas Sudaryono.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bulog Kuasai 15% Beras Nasional, Sampai Cetak Sejarah-Sewa Gudang


Most Popular
Features