MARKET DATA

Ada Temuan Gas Raksasa di Aceh, Pemerintah Kejar Pembangunan Pipa

ven,  CNBC Indonesia
19 May 2026 15:30
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman pada hari Rabu (18/3/2026), meresmikan Pengaliran Gas Bumi (Gas-in) Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebong-Semarang Taha
Foto: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman pada hari Rabu (18/3/2026), meresmikan Pengaliran Gas Bumi (Gas-in) Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebong-Semarang Tahap 2. (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mempercepat pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Hal ini menyusul adanya temuan cadangan gas jumbo di Blok Andaman, Aceh.

Adapun, infrastruktur ini disiapkan agar produksi gas dari Andaman nantinya bisa langsung disalurkan ke berbagai wilayah di Sumatra hingga Jawa.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei sudah dimulai dan ditargetkan selesai sebelum produksi gas Andaman berjalan.

Menurut dia, proyek ini disiapkan untuk menyalurkan produksi gas yang cukup besar dari Blok Andaman, terutama yang diperkirakan akan mulai beroperasi sekitar 2028.

"Dusem kita itu punya blok Andaman. Blok Andaman itu ada kandungan gas yang cukup besar juga di sana. Itu nanti masuk ke pulau Sumatera dikirim pakai pipa," kata dia.

Laode menjelaskan, selama ini jaringan pipa gas di Sumatra bagian selatan belum terkoneksi sehingga pemerintah memutuskan membangun ruas baru tersebut.

"Jadi kita bangunkanlah pipa ini nanti begitu rencananya blok Andaman ini insyaallah akan bisa mulai start tahun 2028. Jadi kita sudah jadi nih pipanya, siap untuk menerima," tambahnya.

Sebelumnya, Laode mengatakan pipa transmisi gas akan dibangun secara terintegrasi dari Aceh hingga Jawa Timur sehingga menciptakan satu jalur utama distribusi gas nasional.

"Kalau kita perhatikan di Indonesia bagian barat, itu akan diselesaikan dengan pipa transmisi. Jadi dari Aceh sampai Jawa Timur itu akan diselesaikan dengan satu pipa transmisi," kata Laode.

Sebagai bagian dari proyek ini, pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang tahap 1 (Cisem-1) telah rampung pada 2023 dan saat ini telah mengalirkan gas ke Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Selanjutnya, pipa Cisem-2 juga resmi beroperasi baru-baru ini dan akan menyalurkan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat.

Dengan diselesaikannya pembangunan pipa tersebut, termasuk pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem), jaringan ini nantinya akan menyalurkan salah satu potensi pasokan gas dari Blok Andaman yang memiliki cadangan cukup besar melalui pipa transmisi tersebut.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, total anggaran yang akan dipakai untuk pembuatan pipa gas Dumai-Sei Mangkei sebesar Rp 6,6 triliun, dan akan menyalurkan potensi gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Agung dan Andaman di Aceh untuk dimanfaatkan di Jawa dan Sumatra.

(ven) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Agar Tepat Sasaran & Berdampak, Evaluasi Penerima HGBT Perlu Dilakukan


Most Popular
Features