Foto Internasional

Krisis Ekonomi Memburuk, Ribuan Demonstran Tuntut Presiden Mundur

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 11:20 WIB

Krisis ekonomi akibat penurunan produksi energi dan kekurangan dolar AS adalah yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

1/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

Seorang pendemo menendang tabung gas air mata selama protes yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

2/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

Pawai yang berujung ricuh tersebut dipicu krisis ekonomi dan bahan bakar, yang memburuk akibat kekurangan dolar AS dan penurunan produksi energi domestik. (REUTERS/Claudia Morales)

3/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

Dikutip dari Reuters Selasa (19/5/2026), perusahaan minyak negara Bolivia YPFB mengatakan bahwa blokade di pabrik Senkata dan beberapa jalan lain di seluruh negeri memicu penangguhan pengiriman minyak ke daerah-daerah yang terkena dampak. (REUTERS/Claudia Morales)

4/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

Kericuhan yang telah meluas ini telah memblokir jalan selama hampir dua minggu dan menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis di seluruh negeri. (REUTERS/Claudia Morales)

5/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

“Presiden Paz seharusnya memerintah, bukan mengadu domba kita sebagai saudara," ucap salah satu demonstran. "Saudara-saudara kita ada di sini; bahkan putra saya seorang petugas polisi ada di sana, berhadapan dengan saya. Bukan itu yang kami, masyarakat adat, inginkan. Itulah mengapa kami mengatakan kepada saudara kami, presiden: kami telah memberi Anda kekuasaan, tetapi Anda belum mampu memerintah” tambahnya. (REUTERS/Claudia Morales)

6/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

Krisis ekonomi Bolivia, yang diakibatkan oleh penurunan produksi energi dan kekurangan dolar AS, adalah yang terburuk yang pernah dialami negara itu dalam beberapa dekade terakhir. (REUTERS/Claudia Morales)

7/7 Ricuh selama pawai yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia, Senin (18/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)

Kelangkaan bahan bakar juga meluas di seluruh negeri, menyusul dekrit presiden pada Desember 2025 yang mengakhiri subsidi bahan bakar nasional, yang menyebabkan harga bensin jauh lebih tinggi. (REUTERS/Claudia Morales)

Add as a preferred
source on Google