FOTO

Potret Gagah Jet-Jet Tempur Canggih Baru Milik RI, Ada Rudal Meteor

Dok LEN & CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 08:40 WIB

Jet-jet tempur canggih milik TNI diperlihatkan di Halim Perdanakusuma Kusuma kemarin. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi alpalhankam.

1/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri secara langsung kegiatan penyerahan alat peralatan pertahanan dan keamanan di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin. Dikutip Selasa (19/5/2026), jet-jet canggih terlihat, mulai dari Terdapat enam unit pesawat tempur multirole combat aircraft (MRCA) Rafale, enam unit pesawat Falcon 8X, dua pesawat Airbus A400M MRTT, hingga radar ground control Intercept (GCI), dan persenjataan modern berupa Smart Weapon Hammer dan rudal Meteor.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
2/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dalam foto adalah jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale di Lanud Halim Perdana Kusuma. Jet tempur canggih ini dibuat Dassault Aviation Prancis. Ada total 42 unit jet generasi 4,5 yang dipesan RI untuk TNI.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
3/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dalam foto lain, bom berpemandu presisi buatan Prancis yang dikembangkan oleh Safran Electronics & Defense juga ditunjukkan. Senjata pintar ini menggunakan kit panduan modular untuk mengubah bom konvensional menjadi amunisi pintar berdaya jangkau jauh yang sangat lincah.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
4/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Berikut adalah Radar Ground Controlled Interception (GCI) RI yang baru. Ini merupakan salah satu produk unggulan dari PT Len Industri (Persero). Len bekerja sama dengan perusahaan Prancis, Thales Group, untuk pengadaan radar Ground Controlled Interception (GCI) bagi Kementerian Pertahanan RI. Jangkauan GCI bisa mencapai 450 km. (Dok. PT LEN)
5/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Terlihat lebih dekat Smart Weapon Hammer dan Rudal Missile Meteor. Khusus Rudal Meteor, rudal panjang ramping berwarna abu-abu dengan ujung runcing dan sirip kecil di bagian belakang dalam foto, senjata ini dirancang khusus untuk mencegat dan menghancurkan berbagai ancaman udara mulai dari jet tempur lincah hingga rudal jelajah dengan jangkauan yang diklaim mencapai lebih dari 200 km. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
6/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Presiden Prabowo Subianto dilaporkan hadir dalam acara penyerahan pesawat jet tempur tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
7/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Presiden Prabowo Subianto juga melakukan sejumlah prosesi seperti penyiraman air kembang pada jet tempur tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
8/8 Pesawat jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, A400M MRTT, Falcon 8X, Smart Weapon Hammer dan Missile Meteor di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sebenarnya bukan hanya RI yang tengah memperbarui alutsistanya di Asia Tenggara. Hal ini juga dilakukan Malaysia. Namun fakta tak beruntung terjadi di negara itu. Bahkan penjualan dibatalkan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Add as a preferred
source on Google