FOTO

Tak Lagi LPG, Rumah Makan di Bekasi Ini Sudah Gunakan Gas CNG

(CNBC Indonesia/Tri Susilo), CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 10:15 WIB

CNG sudah banyak dimanfaatkan berbagai industri, seperti perhotelan, restoran, dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

1/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

2/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

3/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan CNG untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

4/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, saat ini rencana pemanfaatan CNG untuk konsumen rumah tangga masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

5/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

CNG sendiri sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri, seperti perhotelan, restoran, dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang bahan bakunya diperoleh dari dalam negeri. Maka dari itu, pemerintah berencana mengoptimalkan penggunaan energi domestik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

6/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pantauan CNBC Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, sejumlah rumah makan sudah memanfaatkan CNG sebagai bahan bakar memasak. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

7/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Petugas memeriksa tekanan volume CNG di rumah makan (Resto) yang berada di Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

8/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bila mengacu pada definisi dari Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas untuk Transportasi Jalan, CNG merupakan gas yang bersumber dari gas bumi dengan unsur metana (C1). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

9/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Melansir laman resmi PT PGN Tbk (PGAS), gas alam itu sendiri terdiri dari campuran unsur seperti hidrokarbon yang terdiri dari metana (C1), etana (C2), propana (C3), dan butana (C4). CNG sendiri terdiri dari 95% kadar metana dan banyak terdapat dari hasil produksi migas di dalam negeri. Sementara LPG mengandung C3 dan C4. Adapun, produksi migas dari lapangan migas domestik tidak lagi banyak mengandung C3 dan C4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

10/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Beragamnya unsur gas alam, pengolahan dan pemanfaatannya pun berbeda-beda. Gas alam bisa diolah menjadi LPG, Liquefied Natural Gas (LNG), termasuk pula menjadi CNG. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

11/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Memahami perihal CNG juga kerapkali disertai dengan pemahaman terhadap LPG dan Liquefied Natural Gas (LNG). Namun tentunya perlu dicatat bahwa CNG, LPG, dan LNG adalah tiga hal yang berbeda. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

12/12 Petugas melakukan pengisian Compressed Natural Gas (CNG) ke dalam tabung bertekanan tinggi (mencapai 200 bar atau sekitar 3000-3600 psi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Perusahaan Gas Negara Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Perbedaan utama antara CNG, LPG, dan LNG terletak pada keadaan fisiknya dan tekanan penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, sementara LPG dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. LNG, di sisi lain, diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Add as a preferred
source on Google