Prabowo Panggil Perry-Purbaya ke Istana, Bahas Rupiah?

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 18/05/2026 16:26 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ke Istana Negara, Senin (18/5/2026). Rapat ini dilakukan di tengah kondisi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang terendah sepanjang sejarah.

Dari pantauan CNBC Indonesia, rapat itu dihadiri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Hanya saja para menteri masih belum mau bicara perihal agenda rapat yang akan dibahas bersama presiden. "Wah belum tahu, saya diundang saja nih. Nanti saja habis meeting baru kita ngomong," kata Purbaya.


Begitu juga Airlangga masih belum mau bicara. "Agendanya nanti kita lihat," katanya.

Sementara Bahlil, menjelaskan bahwa rapat yang akan dijalani bersama presiden seputar energi. "Kalau saya seputar energi ya, dan pengelolaan sumber daya alam, salah satu di antaranya juga terkait dengan PLTS 100 gigawatt," tuturnya, kepada wartawan.

Tak lama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga tiba di kawasan istana. Hanya saja Perry enggan bicara mengenai rapat yang dilakukan bersama presiden. Begitu juga dengan kondisi Rupiah yang saat ini sudah tembus ke level Rp 17.600 per US$. "Terima kasih, terima kasih," katanya.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sempat Tembus Rp 17.400/USD, Bos BI Sebut Rupiah "Undervalued"