RI Mulai Serius Garap Harta Karun Langka Ini, Ini Buktinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai serius mengembangkan logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari dibentuknya Badan Industri Mineral (BIM) hingga PT Perminas yang dipersiapkan untuk menangani pengembangan logam tanah jarang nasional.
Chairman Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mengatakan pengembangan LTJ sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Cikal bakalnya sudah lama berasal dari mineral ikutan monasit hasil tambang timah, khususnya di lingkungan PT Timah.
"Jadi kalau di industri itu memang yang pertama kali dan sudah lama sekali menyelidiki adanya logam tanah jarang di mineral ikutan monasit di PT Timah, itulah yang menjadi cikal bakal yang kita membicarakan ini," kata Irwandy dalam Webinar Badan Industri Mineral (BIM): Prospek dan Masa Depan Mineral Logam Tanah Jarang Indonesia, dikutip Senin (18/5/2026).
Menurut Irwandy, perhatian pemerintah terhadap masa depan industri LTJ kini semakin nyata. Selain pembentukan BIM, pemerintah juga membentuk PT Perminas untuk menangani pengembangan logam tanah jarang dan mineral strategis lainnya.
"Jadi ini sebenarnya bukti keseriusan pemerintah di dalam mengembangkan logam tanah jarang di Indonesia," katanya.
Irwandy menjelaskan, riset terkait LTJ yang ia lakukan hingga diterbitkan dalam bentuk buku juga sudah dimulai sejak sekitar lima tahun lalu. Saat itu, pemerintah juga mulai menyusun klasifikasi mineral kritis dan mineral strategis yang kemudian diterbitkan pada 2023.
Ia menyebut, ketika menjabat sebagai staf khusus di Kementerian ESDM, dirinya turut diminta menangani penyusunan kebijakan tersebut bersama Direktorat Jenderal Minerba.
"Nah ini saya kira juga kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui Kemenko Marves untuk merintis kerja sama dengan Amerika Serikat dan juga dengan Uni Eropa, khususnya mengenai mineral kritis," katanya.
(ven/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]