00:59
Video: Harga Pangan Dunia Melonjak, Indonesia Wajib Waspada Dampak Ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak perang Timur Tengah tidak hanya mengerek harga dan mengganggu rantai pasok sektor energi namun juga mendorong kenaikan harga pangan global.
Indeks Harga Pangan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) atau FAO indeks mencatat adanya tren kenaikan harga pangan dan pada April melonjak ke level tertinggi sejak Februari 2026 imbas lonjakan harga minyak nabati.
Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta menyebutkan hambatan rantai pasok Selat Hormuz telah menyebabkan gangguan logistik sehingga mengerek harga pangan. Selain itu fokus pengembangan Biofuel turut menaikkan harga minyak nabati.
Di sisi lain harga serealia juga naik imbas hambatan panen di AS begitupula dengan harga daging yang ikut terdampak kekeringan. Kondisi ini harus diwaspadai pemerintah RI mengingat Indonesia masih mengandalkan gandum impor.
Lalu seperti apa dampak kenaikan harga pangan global ke Indonesia? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 13/05/2026)
Addsource on Google