Di Hadapan Dubes & Pengusaha Global, Purbaya: Bisnis di RI Makin Mudah

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 12/05/2026 16:15 WIB
Foto: dok LPS

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa unjuk gigi ke negara-negara asing, pemerintah Indonesia kini makin fokus memudahkan proses bisnis di Indonesia. Di antaranya dengan Satgas Debottlenecking.

Hal ini ia ungkapkan dalam acara International Seminar on Debottlenecking Channel yang digelar pemerintah di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Hadir dalam acara itu di antaranya 61 duta besar dan perwakilan dari berbagai negara, serta organisasi atau asosiasi bisnis global.


"Melalui mekanisme ini, kami memastikan adanya proses yang efektif dan efisien dalam menindaklanjuti permasalahan perizinan serta kelancaran proses investasi dan kegiatan usaha di Indonesia," kata Purbaya saat memberikan pidato pembuka dalam acara seminar itu.

Purbaya mengatakan, Satgas Debottlenecking hingga kini telah menerima 142 pengaduan masalah bisnis. Sebanyak 83 di antaranya telah dibahas dalam sidang tiap pekan yang terbuka di hadapan publik, dan 45 kasus telah berhasil diselesaikan.

"Setiap minggu, kami menyelesaikan satu hingga empat kasus, dan sejauh ini prosesnya berjalan dengan baik. Kami mampu dengan cepat menghilangkan berbagai hambatan (bottleneck). Saya meyakini bahwa dalam satu tahun ke depan, iklim usaha di Indonesia akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini," tegasnya.

Dengan adanya kanal pelaporan permasalahan bisnis melalui Satgas Debottlenecking, Purbaya pun meminta kepada para duta besar yang menjadi perwakilan berbagai negara di Indonesia, maupun para pengusaha global itu sendiri untuk segera melaporkan masalah bisnis maupun investasinya di Indonesia.

"Oleh karena itu, kepada para duta besar dan pelaku usaha yang hadir dalam pertemuan ini, apabila Anda menghadapi kendala dalam menjalankan usaha di Indonesia, mohon untuk menyampaikannya kepada kami. Kami akan memastikan bahwa hambatan tersebut diselesaikan secepat mungkin, baik dalam satu kali sidang maupun lebih, namun kami pastikan akan terselesaikan," paparnya.

Ia menekankan, urusan bisnis dan investasi menjadi perhatian utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena menyadari, laju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 tak akan bisa dicapai tanpa dorongan kontribusi sektor swasta. Sebab, kapasitas belanja negara untuk menggerekkan perekonomian kata dia hanya 10%, sisanya berasal dari sektor swasta.

"Indonesia memahami bahwa kita perlu memiliki iklim investasi yang jauh lebih baik agar sektor swasta dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, saya mengajak para investor dari seluruh dunia untuk berinvestasi dengan penuh keyakinan di Indonesia, negara yang penuh potensi dan menjanjikan," ungkap Purbaya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iklim Investasi Diperkuat, Pertek Menghambat Akan Dihapus